Cara Budidaya Bunga Mawar Lengkap

budidaya bunga mawar

pixabay.com

Budidaya Bunga Mawar – Mawar (Rosa damascene Mill) merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri. Mawar yang dikenal dengan nama bunga ros atau “Ratu Bunga” merupakan simbol kehidupan religi dalam peradaban manusia.

Bunga mawar sendiri berkaitan erat dengan Indonesia. Tidak hanya dinikmati keindahannya saja namun juga bagian dari adat budaya yang ada.

Jenis Tanaman

Dalam sitematika tumbuhan (taksonomi), mawar diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Kingdom     : Plantae
  • Divisi           : Spermatophyta
  • Sub-Divisi   : Angiospermae
  • Kelas            : Dicotyledonae
  • Ordo            : Rosanales
  • Famili          : Rosanales
  • Genus          : Rosa
  • Spesies        : Rosa damascene Mill, R. multiflora Thunb, R. hybrid Hort, dll

Bunga mawar berasal dari dataran Cina, Timur Tengah dan Eropa Timur. Dalam perkebangannya, menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panasa (tropis).

Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang yang berasal dari Belanda. Mawar yang banyak peminatnya adalah tipe Hybrid Tea dan Medium, tipe ini memiliki variasi warna bunga yang cukup banyak, mulai dari putih sampai merah padam dan tingkat produktivitas yang tinggi: 120-280 kuntum bunga/m2 per tahun.

Manfaat Bunga Mawar

Ada beberapa manfaat yang harus kita ketahui sebelum memulai budidaya bunga mawar. Agar kita bisa lebih fokus jenis mana yang akan kita budidayakan.

1. Bunga mawar untuk tanaman hias di taman atau halaman terbuka (outdoor)

budidaya bunga mawar

pixabay.com

Tanaman mawar untuk keperluan ini lebih diutamakan bau bunganya, bentuk bunga, warna serta bentuk kanopi pohonnya.

Untuk itu harus dipangkas demi mempertahankan keindahan bentuk pohonnya. Selain itu untuk merangsang pembentukan bunga mawar itu sendiri.

Ada beberapa jenis bunga mawar sebagai tanaman hias di taman. Antara lain sebagai berikut: beberapa kelompok dari mawar kuno (old roses), mawar pagar (climbing roses), mawar teh (tea roses) dan mawar semak (shrub roses)

2. Bunga mawar sebagai tanaman hias dalam pot

cara budidaya bunga mawar di dalam pot

pixabay.com

Bunga mawar untuk keperluan ini lebih mengutamakan ukuran pohon yang tidak terlalu tinggi (sehingga bisa dipakai diluar maupun didalam ruangan), bau bunganya, bentuk bunga, warnanya dan ukuran bunganya.

Contoh mawar sebagai tanaman pot adalah: kelompok mawar Polyantha (baby roses), old roses, mawar pohon (tree roses) dan mawar mini atau biasa disebut sebagai mawar bonsai (miniature roses).

3. Mawar sebagai bunga potong

budidaya bunga mawar

pixabay.com

Bunga mawar untuk keperluan ini lebih mengutamakan yang memiliki tangkai panjang dan tidak mudah patah, bentuk bunganya indah, ukuran bunga proporsional, helai mahkota bunganya rangkap, bunganya tidak terlalu cepat mekar (biasanya dipanen saat bunga setengah mekar), frekuensi berbunga dalam satu tahun tinggi atau berbunga sepanjang tahun.

Contohnya: mawar Hybrid Tea, kelompok mawar Floribunda dan mawar Grandiflora.

4. Mawar sebagai bunga tabur

budidaya bunga mawar potong

images.joglosemar.co

Semua kelompok bunga mawar bisa digunakan sebagai bunga tabur asalkan memenuhi kriteria syarat utama, yaitu bunganya haruslah wangi dan berwarna indah. Seringkali dijumpai bahwa bunga mawar tabur sudah berupa sudah berupa helai-helai bunga saja (petal).

5. Bunga mawar sebagai bahan parfum atau obat-obatan

Hampir semua kelompok mawar bisa digunakan untuk keperluan bahan baku parfum (dengan mengekstraksi minyak mawar).

Dan sebagai bahan baku obat asalkan mengandung zat antibiotika atau senyawa kimia penting yang dibutuhkan seperti sitral, sitronelol, geraniol, linalool, nerol, eugenol, fenil etil alcohol, farnesol dan nonilaldehid (untuk bahan baku obat ataupun jamu tradisional).

Pusat Budidaya Bunga Mawar

kebun budidaya bunga mawar

BucheteTrandafiri.ro

Daerah yang menjadi pusat penanaman bunga mawar berada di kawasan Alaska, Siberia, India, Afrika Utara dan Indonesia. Sedangkan pusat penanaman bunga potong, bunga tabor dan tanaman pot di Indonesia dihasilkan dari daerah Jawa barat, Sumatera Utara, Jawa tengah, Jawa Timur dan Jakarta.

Media Tanam Budidaya Bunga Mawar

budidaya bunga mawar

beritadaerah.co.id

Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan tanah liat 20-30%), subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan draenase baik.

Derajat keasaman tanah yang ideal adalah pH=5,5-7,0. Pada tanah asam (pH 5,0) perlu pengapuran kapur Dolomit, Calcit ataupun Zeagro dosis 4-5 ton per hektar.

Pemberian kapur bertujuan menaikkan ph tanah, menambah unsur-unsur Ca dan Mg, memperbaiki mikroorganisme, memperbaiki bintil-bintil akar, mengurangi keracunan Fe, Mn dan Al serta menambah ketersediaan unsur-unsur P dan Mo. Tanah berpori-pori akan sangat dibutuhkan oleh akar mawar.

Ketinggian Tempat Budidaya Bunga Mawar

Ketinggian tempat juga mempengaruhi terhadap budidaya bunga mawar. Berikut adalah strandar ketinggian yang baik pada budidaya. Antara lain sebagai berikut:

  • Ketinggian 560-800 mdpl, suhu udara minimum 16-18 derajat C dan maksimum 28-30 derajat C.
  • Ketinggian 1100 mdpl, suhu minimum 14-16 derajat C, maksimum 24-27 derajat C.
  • Ketinggian 1400 mdpl, suhu udara minimum 13,7-15,6 derajat C dan maksimum 19,5-22,6 derajat C.

Di daerah tropis seperti Indonesia, tanaman mawar akan tumbuh dan produktif berbunga di dataran rendah sampai tinggi (pegunungan) rata-rata 1500 mdpl.

Cara Budidaya Bunga Mawar di dalam Pot

budidaya bunga mawar dengan stek

infoagribisnis.com

  1. Untuk menanam mawar dengan media pot, pilihlah pot bunga yang terbuat dari tembikar, tanah liat maupun semen cor. Jika pot bunga berbahan plastik sebaiknya pilih yang memiliki lubang sebagai sirkulasi udara.
  2. Isilah pot dengan beberapa bahan, yaitu: campuran tanah, pasir, serta pupuk kandang yang sudah difermentasikan dengan perbandingan komposisi 1 : 1 : 1.
  3. Tambahkan juga pecahan bata atau bebatuan kecil yang ditempatkan di dasar pot, tujuannya adalah agar saat kamu menyiram tanaman bunga mawar, kelebihan air di dalam pot dapat lebih cepat keluar melalui lubang yang ada di dasar pot dan juga memudahkan sewaktu pemindahan tanaman ke pot atau media tanam baru. Dengan demikian akar tanaman terhindar dari pembusukan akibat pot bunga terlalu lembab.
  4. Sebaiknya kamu menggunakan bibit yang sudah siap tanam, tetapi bisa juga menggunakan bibit hasil stek sendiri.
  5. Seteleh itu tanam bibit pada pot yang sudah disediakan, urug dengan campuran media tanam, kemudian tekan tanah bagian tepi batang secara kuat.
  6. Selanjutnya sirami tanaman, taruh pot di tempat yang mendapatkan sinar matahari pagi secara penuh.
  7. Budidaya bunga mawar dengan media pot juga memerlukan pergantian media tanam serta memotong akar setia 1 atau 2 tahun sekali agar bunga mawar kamu tetap terjaga pertumbuhan dan kesuburannya.
  8. Untuk mencegah pembusukan akar yang disebabkan oleh berbagai bakteri penyakit yang dapat menyerarang tanaman mawar, penyiraman dapat ditmbahkan denga larutan asam bensoat pada air tersebut.

Cara Budidaya Bunga Mawar di Kebun

budidaya bunga mawar

vitanona.com

1. Pemilihan Lahan

Siapkan lahan yang mau ditanami mawar. Pilihlah tanah yang gembur, subur dan mendapat sinar matahari secara langsung. Lalu Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar dan batu kerikil.

Cangkul atau bajak tanah sedalam kurang lebih 30 cm hingga gembur. Setelah dibajak biarkan tanah selama 15-30 hari agar matang dan bebas dari gas-gas beracun.

Buatlah bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 30-40 cm dan panjangnya tergantung keadaan lahan. Bila akan dirancang taman yang asimetris, maka penyiapan lahannya bisa dibuat bentuk-bentuk yang kamu inginkan.

2. Pemupukan

Pupuklah kebun dengan pupuk organic (kompos/kandang) 20-30 ton per hektar atau Super TW Plus 4-5 ton per hektar. Berikan pupuk dengan menyebar dan mencampur merata bersama tanah sambil merapikan bedengan.

Pemberian pupuk organik dengan memasukkan ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2 kg per tanaman.

3. Penentuan Pola Tanaman

Buatlah lubang tanam pada jarak 60×60 cm atau 70×70 cm, tergantung jenis mawar dan kesuburan tanahnya.

Pembuatan lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. Ukuran lubang 45x45x45 cm. kedalaman yang baik yaitu bila tanaman diletakkan dalam lubang, kedudukan bagian percabangan utama letaknya sejajar dengan permukaan tanah.

Karena akar mawar tidak mampu menembus terlalu dalam, maka cukup cangkul 45-55 cm saja.

Pada saat membuat lubang, tanah di permukaan (top soil) dan sub-soil dikumpulkan terpisah, karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali. Bila daerah itu tertutup rumput, ambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan letakkan di tempat teduh. Untuk digunakan sebagai pupuk dengan memasukkanya ke dalam lubang.

Letakkanlah lempengan rumput secara terbalik. Campur top soil dengan dengan pupuk organic dengan perbandingan 4 bagian tanah dan 1 bagian organik. Lubang diisi dengan top soil dan bahan organic sampai membentuk gundukan.

4. Cara menanam

Waktu menanam mawar ketika musim hujan, namun apabila kondisi air memadai dapat dilakukan sepanjang tahun. Mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa tanah) dan bibit yang berasal dari polybag.

Cara menanam bibit mawar cabutan:
  1. Bongkar bibit tanaman mawar dari kebun pembibitan secara cabutan.
  2. Potong sebagian batang dan cabng-cabangnya, sisakan 20-25 cm agar habitus tananman menjadi perdu (pendek).
  3. Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas yang tajam dan steril.
  4. Rendam bibit mawar dalam air atau larutan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Dekamon 1-2 cc/liter selama 15-30 menit.
  5. Tanamlah bibit di tengah-tengah lubang dan akarnya diatur menyebar kesemua arah. Urug dengan tanah hingga batas pangkal leher batang.
  6. Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akar-akarnya dapat kontak langsung dengan air tanah.
  7. Siram tanah di sekeliling pekarangan tanaman hingga basah
  8. Pasang naungan sementara dari anyaman bamboo/bahan lain untuk melindungi tananaman mawar dari teriknya sinar matahari sore hari.

5. Pengairan dan penyiraman

Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam), dilakukan secara kontinu tiap hari 1-2 kali. Pengairan berikutnya berangsur-angsur dikurangi atau tergantung keadaan cuaca dan jenis tanah.

Waktu pemberan waktu yang baik pada pagi dan sore hari, saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi.Siramlah secara merata menggunakan alat bantu emrat (gembor).

Hama

hama bunga mawar

flickr.com

Ada salah satu faktor yang bisa menghambat perkembangan budidaya bunga mawar bunga wawar, diantaranya adalah hama. Untuk itu, kita akan membahas tentang hama dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Kutu daun

Kutu daun kecil dan panjangnya kurang lebih 0,6 mm. Berwarna hijau, kadang-kadang tidak bersayap. Menyerang pucuk, seringkali menempel pada ranting dan kuncup bunga.

Gejala: kutu daun menghisap cairan (sel) tanaman, sehingga menimbulkan gejala abnormal. Pada daun atau pucuk jadi keriting atau mengekerut. Dapat juga sebagai vector virus dan sering meninggalkan madu manis yang menempel pada permukaan daun, sehingga menjadi penyebab penyakit embun jelaga (Capnodium sp).

Pengendalian :menjaga sanitasi kebun dan semprot dengan insektisida Desis 2,5 EC atau Buldok 25 EC, Confidr 200LC, Curacron 500 EC dan Fastac 15 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.

2. Kumbang

Ada tiga jenis kumbang penyerang tanaman mawar:

Kumbang Chafer (Macrodactylis subspinosus), Fuller (Autoserica castanca) dan Curculio (Rhyncite bicolor).
Kumbang Chafer berwarna coklat kekuning-kuningan dengan panjang tubuh sekitar 12 mm. Kumbang Fuller berwarna cokelat keabu-abuan dengan panjang tubuh 10 mm. Kumbang Curculio berwarna merah bergaris hitam kurang lebih 5 mm.

Gejala : memakan daun, tangkai dan kuntum bunga. Sehingga menyebabkan bolong-bolong pada bagian yang diserang. Sedangkan larvanya sering memakan perakaran tanaman.

Pengendalian : mengumpulkan dan memusnahkan hama tersebut dan semprotlah dengan insektisida Hostathion 40 EC, Desis 2,5 EC, Ambush 2 EC, Elsan 60 EC atau yang lainnya pada konsentrasi yang dianjurkan.

4. Siput Berbulu

Tubuh berwarna putih kehijau-hijauan dengan panjang kurang lebih 12 mm dan ditutupi bulu-bulu kasar.
Gejala : pada stadium larva hama ini menyerang tanaman dengan cara memakan daun sebelah bawah yang menyebabkan daun berlubang tinggal tulang daun.

Pengendalian : merontokkan kepompong yang menempel pada tanaman dan disemprot dengan insektisida Brestan 60 (Moluskasida) pada konsentrasi yang dianjurkan dianjurkan.

5. Tungau (Tetranychus telarius)

Ciri-ciri hama ini adalah tubuh berwarna merah atau hijau maupun kuning. Berkembang biak dengan cepat apabila cuaca lembab dan panas, serta sirkulasi udara kurang baik.

Gejala : menyerang dengan cara menghisap cairan (sel) tanaman pada bagian daun atau pucuk, sehingga menyebabkan titik-titik merah.

Pengendalian : disemprot insektisida seperti Omite 570 EC atau Mitac 200 EC, Meothrin 50 EC atau yang lainnya pada konsentasi yang dianjurkan.

6. Thrips

Hama ini berukuran sangat kecil, kurang lebih 1 mm. berwarna kuning-oranye atau kuning kecokelat-cokelatan.
Gejala : merusak atau menghisap cairan (sel) tanaman, terutama bunga, daun dan cabang. Menyenangi bunga mawar bewarna kuning atau yang bewarna terang lainnya.

Pengendalian : Pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dan semprotlah dengan insektisida Merusol 50 WP, Tokuthion 500 EC, Pegasus 500 SC, Decis 2,5 EC atau yang lainnya pada konsentrasi yang dianjurkan.

Leave a Reply