Dua Sisi Kuala Lumpur

Dataran Merdeka via pixabay.com

Dataran Merdeka via pixabay.com

Di artikel sebelumnya saya bercerita tentang perjalanan ke Chinatown tempat belanja barang murah, Central Market pusat seni dan kerajinan dan Dataran Merdeka yang berbicara mengenai gedung bersejarah.

Ada 2 destinasi wajib Kuala Lumpur yang belum saya kunjungin, yang satu menunjukan betapa garangnya wajah ibukota yaitu Menara Kembar Petronas dan satunya menunjukan sisi spiritual dari hiruk pikuk hedonisme dunia, yaitu Batu Caves.

Nah, kali ini saya akan menceritakan perjalanan ke dua tempat keren tersebut. Kita mulai dari..

Batu Caves

Batu Caves via 500px.com

Batu Caves via 500px.com

Setelah mendapatkan informasi dari berbagai sumber, demi efisiensi waktu saya menjadikan Batu Caves sebagai tujuan pertama perjalanan.

Saya berangkat dari stasiun Nilai, Kerajaan Negeri Sembilan menuju KL Sentral. Sesudah sampai KL Sentral langsung pindah kereta kearah batu caves. Aksesnya cukup mudah dan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai.

Kalau Indonesia punya candi Borobudur yang terkenal, mungkin batu caves adalah destinasi andalan Malaysia di bidang spiritual yang memiliki sejarah cukup panjang.

Batu Caves adalah bukit kapur yang memiliki serangkaian gua dan kuil. Terlelak di distrik Gombak 13 kilometer utara Kuala Lumpur, Malaysia. Batu Caves sendiri diambil dari nama desa terdekat.

via 500px.com

via 500px.com

Gua ini juga merupakan salah satu kuil Hindu di luar India yang paling populer, yang didedikasikan untuk Dewa Murungan. Selain itu menjadi titik fokus festival Hindu Thaipusam di Malaysia.

Suasana disini persis seperti di India -Perlu diketahui, Malaysia terdiri dari 4 besar etnis diantaranya Melayu, Chinese, India dan Arab-. Banyak orang hindu menaruh sesaji untuk keperluan sembahyang, sebagian lagi memberi makan burung dara dan ada juga yang menjual cinderamata khas Batu Caves.

via 500px.com

via 500px.com

Setelah puas foto-foto ria saya lanjutkan untuk naik tangga menuju kuil yang tingginya 100 meter di atas permukaan tanah tersebut. Saya sarankan ketika ingin naik ke kuil untuk tidak membawa makanan, karena ada banyak kera di sekitar tangga yang penciumanya tajam dan siap menyerbu kita.

kera di Batu Caves via 500px.com

kera di Batu Caves via 500px.com

Pengalaman kemarin, seorang turis dari Australia dikerumunin gerombolan kera yang agresif, si kera tahu kalau di dalam tas ada banyak snack ringan. Karena takut akhirnya turis ini melemparkan tasnya. Alhasil, kera-kera itu menjauh. Untungnya dia tidak terluka parah, hanya goresan ringan bekas carakan.

Setelah puas berkeliling kuil dan ngobrol dengan para bule, saatnya kita melanjutkan perjalanan.

Menara Kembar Petronas

via pixabay.com

via pixabay.com

Batu caves sudah terlampaui kawan. Waktunya kita ke menara kembar. Dibanding teman sepermagangan, saya termasuk paling akhir yang datang ke icon Negeri Harimau Malaya ini. Alasanya sederhana saja sih, cuman nggak mau kelihatan mainstream. Sesekali berlagak sombong! Haha.

Dari Batu Caves saya naik kereta menuju KL Sentral, sesampai KL Sentral transit dulu untuk singgah makan dan sembahyang. Walaupun kita senang-senang, kesehatan harus dijaga dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan ya guys. Agar setiap perjalanan kita diberi kemudahan.

Setelah perut kenyang dan hati tenang, kita lanjutkan ke tujuan selanjutnya. Koin sudah siap, antre dulu kawan, buat beli tiket monorel arah ke KLCC. Nggak menunggu lama tiket pun sudah ditangan, ayo meluncur!

Sambil melihat keramaian suasana ibukota, perjalan 30 menit terasa hanya sebentar saja. Sekarang kita sudah sampai Menara Kembar, siap foto ganteng dong buat pamer kehedonan di sosmed. Bukankah bikin orang envy itu bisa memuaskan hati? Hahaha. Astaghfirullah.

Menara Kembar dibagi menjadi beberapa bagian, di bagian bawah menara ini terdapat pusat perbelanjaan yang megah yaitu, Suria KLCC dan Dewan Filharmonik Petronas –dewan konser pertama di Malaysia yang dibangun untuk musik klasik oleh Petronas.

via pixabay.com

via pixabay.com

Menara Satu ditempati seluruhnya oleh Petronas dan sejumlah anak perusahaan serta beberapa asosiasi, sedangkan kantor di Menara Dua disewakan untuk perusahan-perusahaan lain. Namun kita juga bisa kok naik sampai lantai atas, maksimal di skywalk dan itu harus bayar RM40 kalau mau.

Disini juga ada taman KLCC yang cantik untuk dikunjungi, taman ini dirancang khusus di kawasan menara kembar untuk menyediakan suasana hijau kepada pengunjungnya.

Perut kenyang, hati tenang dan pikiran pun menjadi tak tegang. Itulah sedikit kisah saya main-main di Kuala Lumpur. Jangan lupa piknik ya guys.

Semoga Bermanfaat!

Leave a Reply