Sekelumit Tentang Jogja

Kalicode Yogyakarta via google images

Kalicode Yogyakarta via ooaworld.com

Jogja. Bicara tentang kota yang istimewa ini seakan tidak akan pernah habis, bukan saja gudegnya yang manis, seluruh sudut kotanya pun juga romantis. Aseek!!

Bahkan budayawan nyentrik Sujiwo Tejo mengakatan, “Jogja adalah caraku untuk menertawakan kesibukan manusia Jakarta”.

Untuk itu saya mencoba menceritakan sekelumit perjalanan di kota pelajar tersebut. Lets read yaa..

Tamansari

Tamansari via google images

Tamansari via tempatberliburwisata.blogspot.com

Yup, mungkin dari teman-teman sudah sangat familiar dengan nama ini. Situs bekas taman istana keraton yang dibangun pada era Sultan Hamengku Buwono I merupakan tujuan wajib jika anda singgah ke jogja.

Saya takjub dengan para pendahulu kita, dengan teknologi yang sederhana atau bisa dibilang ala kadarnya mereka bisa membangun karya yang luar biasa.

Coba anda lihat dindingnya, nggak ada yang tipis bukan? desainya jangan ditanya, luar dalam megah bung!! Terkadang saya berpikir, dua ratus tahunan yang lalu kira-kira arsiteknya sekolah dimana ya? Udah ga usah dipikirin daripada pusing. Haha..

Tamansari via google images

Tamansari via starwars.net

Tapi dari keseluruhan bangunan tamansari, ada satu bagian yang menurut saya paling saya sukai. Yaitu bekas masjid gumuling. Entah mengapa saya merasa atmosfir spiritual disini sangat kuat. Hati seolah dimanjakan oleh damainya suasana.

Angkringan

Angkringan via informasiwisata.blogspot.com

Angkringan via informasiwisata.blogspot.com

Setelah capek jalan-jalan dari tamansari. Rasanya seperti nggak ke jogja kalau nggak makan angkringan. Walaupun dewasa ini angkringan mulai banyak beredar di berbagai kota Indonesia, menurut saya pasti ada yang kurang dibandingkan dengan yang asli dari tempat asalnya.

Nggak tahu kenapa angkringan selalu menggoda untuk dikunjungi. Duduk lesehan, minum kopi joss dan aneka gorengan siap menemani. Apalagi ditambah nostalgia, canda dan tawa bersama orang yang disayang. Hmmm!!!

Malioboro Pastinya Dong!

Jalan Malioboro via destinasiwisatadomestik.blogspot.com

Jalan Malioboro via wisatadomestik.blogspot.com

Mungkin jalan ini yang menjadi pusat kota Jogja. Saya pun juga begitu, meskipun bakalan tahu kalau malioboro tidak pernah sepi tetap saya kunjungin.

Musisi jalanan via 500px.com

Musisi jalanan via pixabay.com

Duduk diam disudut jalan melihat orang lalu lalang, mengamati proses negosiasi orang yang sedang jual beli. Sayup-sayup musik yang tak pernah berhenti dari musisi jalanan yang selalu mengajak bernyanyi. Kesemuanya itu menambah kepusan batin tersendiri.

Deretan Pantai di Gunung Kidul

Jogja nggak cuman bicara tentang budaya dan sisa-sisa peninggalan jaman dahulu saja. Dan nggak lengkap rasanya kalau pergi ke destinasi wisata tanpa mengunjungi pantai.

Selain parang tritis ada deretan pantai di gunung kidul yang tidak kalah cantik untuk dimasukan daftar list. Diantara yang pernah saya kunjungi adalah :

Pantai Pok tunggal

Pantai Pok Tunggal via google images

Pantai Pok Tunggal via tasikzone86.blogspot.com

Pantai berpasir putih yang dikelilingi oleh tebing-tebing karang. Selain itu pantai ini memiliki keunikan yaitu adanya sumber air tawar yang berasal dari aliran sungai bawah tanah. Pokoknya dijamin indaah deh. Haha!

Pantai Kukup

Pantai Kukup via goole images

Pantai Kukup via matajatim.com

Pantai ini memiliki sebuah pulau kecil di sisi timur lengkap dengan gardu pandang. Untuk mencapai pulau tersebut saya menyusuri anak tangga dan menyeberang jembatan. Mungkin pemandangan inilah yang sering disebut tanah lot nya jogja.

Pantai Drini

Pantai Drini via google images

Pantai Drini via phinemo.com

Dari pantai kukup saya lanjut ke pantai ndrini, karena pantai di gunung kidul jogja itu berdempet-dempet dan waktu juga tidak mencukupi untuk singgah ke semuanya, akhirnya secara random saya mampir. Pantai ndrini salah satunya.

Layaknya pantai gunung kidul, pantai ndrini juga berpasir putih dan lembut, diapit oleh dua karang besar, hewan-hewan dan tumbuhan laut juga tampak jelas dibawah permukaan air.

Selain itu, disini fasilitas umum cukup lengkap mulai dari tempat ibadah, toilet, gazebo sampai dengan rumah makan.

Itulah sekelumit kisah perjalanan saya tentang jogja. Semoga Bermanfaat!!

”A good place to understand the present, and to ask questions about the future, in on the ground, travelling as slowly as possible.” –Robert D. Kaplan

Leave a Reply