Panduan Tentang Tata Cara Mandi Wajib/Besar Lengkap !

Tata Cara Mandi Wajib – Mungkin banyak diantara kita yang belum mengetahui tentang apa itu mandi wajib. Ya, mandi wajib atau mandi besar berfungsi untuk menghilangkan hadats besar, seperti keluarnya sperma yang disebabkan mimpi basah, berhubungan intim dan lain sebagainya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas semua hal mengenai mandi wajib, mulai dari definisi mandi, penyebab mandi wajib, tata cara mandi wajib/besar, kesunnahan dan kemakruhan yang ada dalam mandi wajib. Nah, daripada berangan-angan lebih jauh langsung saja simak artikel di bawah ini.

Penyebab Mandi Wajib

hal-hal yang menyebabkan mandi wajib

shayari4lovers.com

Mandi menurut etimologi (bahasa) berarti mengalirnya air pada suatu benda. Sedangkan menurut terminologi (istilah) fiqih, mandi adalah mengalirnya air pada keseluruhan badan dengan niat tertentu.

Ada 6 hal yang menyebabkan mandi wajib. Tiga dari enam hal tersebut dialami oleh laki-laki dan perempuan, sedangkan tiga hal berikutnya hanya dialami oleh perempuan saja. Adapun 6 hal tersebut ialah:

1. Bersetubuh

Yakni masuknya penis (hasyafah) atau kadarnya -bagi orang yang tidak memiliki penis, baik karena pembawaan atau terpotong- pada lubang kemaluan perempuan ataupun anus, walaupun anusnya sendiri, meskipun tidak sampai mengalami ejakulasi.

2. Keluar Sperma

Dalam kondisi dan bentuk apapun, keluarnya sperma adalah indikasi yang menyebabkan mandi wajib. Dan kita juga harus tahu, bahwasanya sperma yang keluar itupun ada banyak ragamnya, diantaranya:

  • Sperma yang keluar sedikit dan berwarna merah seperti darah.
  • Sperma yang keluar karena bersetubuh.
  • Sperma yang keluar baik dalam keadaan tidur ataupun sadar, serta keluarnya disertai nikmat ataupun tidak.
  • Sperma yang keluarnya tidak melalui lubang kemaluan, seperti orang yang pecah tulang belangnya sehingga menyebabkan sperma keluar dari tulang yang pecah tersebut.

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, sperma dalam kondisi dan bentuk apapun  menyebabkan mandi wajib.

Nah, adapun cairan yang keluar dari lubang kemaluan seseorang, adakalanya berupa air seni, madzi, wadzi dan sperma.

Masing-masing memiliki konsekuensi hukum berbeda. Karenanya, perlu diketahui secara seksama karakter dari empat tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan salah persepsi Najis, telah disinggung pengertian madzi dan wadzi. Kali kita hanya akan memaparkan tentang sperma secara definitif maupun ciri khasnya.

Sperma adalah cairan berwarna putih kental yang keluar karena dorongan syahwat yang memuncak. Ciri-ciri sperma adalah:

  • Terasa nikmat atau memancar disaat keluar
  • Dalam kondisi masih basah berbau seperti roti
  • Dalam kondisi kering berbau seperti putih telur

3. Meninggal Dunia

Setiap orang yang meninggal dunia wajib untuk dimandikan, kecuali:

  • Syahid. Seseorang yang meninggal dalam keadaan syahid, haram untuk dimandikan, karena darahnya merupakan saksi akan kesyahid-annya.
  • Orang Kafir.
  • Bayi Prematur. Bayi prematur yang meninggal dunia tidak wajib dimandikan apabila terlahir kurang dari 6 bulan, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan dan belum berbentuk manusia.

4. Haid

Haid menurut terminologi (bahasa) fiqih adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita (otot pangkal rahim), karena pembawaan. Artinya bukan sebab sakit, melahirkan dan keluarnya di usia yang memungkinkan untuk haid.

5. Nifas

Nifas adalah darah yang keluar setelah lahirnya anak (kosongnya rahim dari bayi), dengan syarat keluarnya darah sebelum lewat 15 hari terhitung dari keluarnya bayi.

6. Melahirkan

Mungkin diantara kita banyak yang belum mengetahui bahwa melahirkan ialah salah satu hal yang menyebabkan mandi wajib. Maka dari itu, jika sekarang kita telah mengerti alangkah baiknya untuk senantiasa mengingatkan. Setidaknya untuk sanak keluarga yang terdekat.

Tata Cara Mandi Wajib

tata cara mandi wajib yang wajib diketahui

bundakonicare.com

Setelah mengetahui apa saja yang menyebabkan mandi wajib. Sekarang waktunya kita untuk belajar mengenai bagaimana tata cara mandi wajib.

Secara garis besar tata cara mandi wajib dibagi menjadi 3 tahapan, yakni: niat, menghilangkan najis dan meratakan air ke seluruh tubuh.

1. Niat Mandi Wajib

Niat harus dilakukan bersamaan dengan awal membasuh anggota tubuh. Jadi, seandainya niat mandi wajib dilakukan setelah membasuh anggota tubuh, seperti tangan, kepala atau apapun.

Maka basuhan untuk tangan atau kepala tersebut harus diulangi. Sedangkan lafadz dari niat mandi wajib adalah sebagai berikut:

a. Niat mandi wajib secara umum

“Nawaitul Ghusla Lifraf’il Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala”

Artinya: Aku niat untuk menghilangkan hadats besar semata-mata karena Allah Swt.

b. Niat mandi wajib karena haid atau menstruasi

“Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Haidi Fardlon Lillahi Ta’ala.”

Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari haid fardu karena Allah Swt.

c. Niat mandi wajib karena nifas

“Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Nifasi Fardhlon Lillahi Ta’ala.”

Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari nifas fardu karena Allah ta’ala.

2. Menghilangkan Najis

Tata cara mandi wajib yang kedua adalah menghilangkan najis yang terdapat pada anggota tubuh, jika najis itu ‘ainiyyah atau najis yang secara jelas dapat dirasakan bau, warna dan rasanya.

Namun, jika najis tersebut bersifat hukmiyyah -Najis yang tidak terdapat dzat berupa bau, warna dan rasa. Seperti kotoran hewan yang sudah lama mengering- tidak wajib dihilangkan menurut Imam Nawawi. Sedangkan menurut Imam Rafi’i tetap wajib.

Semuanya benar, tinggal kita mengikuti pendapat yang mana dan yang lebih mantab untuk dilakukan.

3. Meratakan Air

Tata cara mandi wajib yang terakhir adalah meratakan air. Intinya kita harus membasuh air keseluruh bagian tubuh bagian luar, baik berupa kulit ataupun rambut (tipis atau tebal). Adapun bagian tubuh yang harus dibasuh ketika mandi wajib meliputi:

  • Lipatan-lipatan badan
  • Kulit kuncup (kemaluan) bagian dalam, bagi orang yang belum khitan/sunnat
  • Bagian kemaluan wanita yang terlihat ketika ia jongkok
  • Daerah sekitar lubang anus, yakni kulit-kulit bagian pinggir yang saling bertemu ketika lubang anus tertutup (kedua kulit pantat)
  • Lubang telinga
  • Lubang hidung

Ketika mengalirkan air ke seluruh tubuh, periksalah mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut. Jangan sampai ada sesuatu yang dapat menghalangi sampainya air pada kulit, seperti cat, kotoran di bawah kuku dan lainnya.

Bagi orang yang mempunyai rambut gimbal atau terikat, wajib menguraikannya apabila air tidak dapat masuk kedalamnya.

Sunnah yang Ada dalam Mandi Wajib

kesunnahan dalam tata cara mandi wajib

500px.com

Salah satu keindahan dalam Islam ialah semua pekerjaan yang sebelumnya diniatkan untuk ibadah, maka pekerjaan tersebut akan dinilai dengan ibadah, apapun bentuknya. Begitu juga dengan mandi wajib, ada hal pokok yang harus dilaksanakan dan ada hal sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan.

Berikut ini merupakan kesunnatan-kesunnatan yang terdapat dalam tata cara mandi wajib:

  • Membaca basmalah.
  • Berkumur dan menghisap air ke dalam hidung.
  • Menghilangkan kotoran.
  • Berwudlu dengan sempurna sebelum mandi dengan niat melakukan kesunnatan mandi, jika tidak mempunyai hadats kecil. Namun, jika mempunyai hadats kecil wudlunya diniatkan untuk menghilangkan hadats kecil.
  • Meneliti daerah-daerah yang sulit terjangkau air, seperti telinga, bagian bawah kuku dan lainnya selama air bisa menjangkau daerah tersebut. Apabila tidak, maka meneliti daerah-daerah tersebut hukumnya wajib.
  • Menggosok-gosok badan dengan menggunakan tangan keseluruh tubuh yang mampu dijangkau oleh tangan.
  • Menyegerakan basuhan, dalam artian segera membasuh bagian tubuh berikutnya sebelum bagian tubuh yang lain mengering.
  • Mendahulukan bagian tubuh bagian kanan.
  • Mendahulukan bagian tubuh bagian atas.
  • Tidak meminta bantuan orang lain kecuali ada udzur
  • Meletakkan tempat air yang besar disebelah kanan dan tempat air yang kecil di sebelah kiri.
  • Tatslits, yakni mengulangi setiap basuhan pada bagian tubuh sebanyak tiga kali.
  • Menghadap kiblat apabila tidak telanjang.
  • Berada ditempat yang aman dari percikan air.
  • Menggosok-gosok bagian rambut sebelum membasuhnya, hal ini dilakukan agar tidak berlebihan dalam menggunakan air.
  • Membaca syahadat diakhir mandi wajib.

Itulah sunnah-sunnah yang ada dalam tata cara mandi wajib. Dianjurkan bagi kita untuk melakukannya sesuai dengan kemampuan kita.

Kemakruhan yang ada dalam Mandi Wajib

kemakruhan dalam mandi wajib yang harus diketahui

tistory.com

Kemakruhan dalam mandi wajib sama halnya dengan kemakruhan yang ada dalam wudlu. Diantaranya adalah terlalu berlebihan dalam menggunakan air, mendahulukan bagian tubuh yang sebelah kiri dan lain sebagainya.

Nah, demikianlah pembahasan kita mengenai definisi mandi wajib, tata cara mandi wajib, niat mandi wajib dan lainnya. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi siapapun yang membaca.

Wallahu’alam bishawab

*Referensi: Buku Fiqih Ibadah Lembaga Ta’lim Wannasyr, Ponpes Al-Falah Ploso, Kediri.

Leave a Reply