2 Pantai di Tulungagung yang Keren Abis

Pantai di Tulungagung- Tulungagung adalah salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur, yang terkenal sebagai satu dari beberapa daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia.

Walaupun banyak negeri kujalani. Yang masyhur permai dikata orang. Tetapi kampung dan rumahku. Di sanalah kurasa senang.

Lirik lagu ciptaan Ibu Sud ini memang pas banget untuk membuat seseorang kangen kampung halaman. Saya pun juga pernah merasakannya pada saat magang selama enam bulan di salah satu hotel Malaysia. Hal-hal yang sederhana di rumah bisa menjadi sangat bernilai di tanah rantau.

Tentu kita tidak akan pernah merasakan hal itu apabila tetap tinggal di rumah. Makanya ada pepatah yang mengatakan, “Merantaulah, dengan begitu kamu akan melihat betapa indahnya kampung halamanmu”.

Saya lahir di Desa Banjarsari Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Namun itulah kampung halaman saya. Yang saya sendiri nggak tau apakah itu ke detect google apa tidak. Haha!

Berbicara mengenai Tulungagung tidak etis rasanya kalau tidak menyinggung masalah geografis, kabupaten kami kebetulan diuntungkan dengan berada di tepi Samudera Hindia. Sehingga memiliki banyak pantai di Tulungagung yang menarik untuk dikunjungi.

Yup, bolehlah kita menyebut kampung halaman saya sebagai, “Tulungagung Kota 1001 Pantai” nggak orangnya nggak hometown nya harus tetap eksis dong. Haha!

Biasanya kalau lagi suntuk di rumah, pantai bisa menjadi solusi alternatif. Murah meriah dan terjangkau, karena tidak perlu membayar mahal untuk membeli tiket atau kadang-kadang malah gratis untuk menikmatinya. Nah, perjalanan kali ini tentang mengunjungi dua pantai yang menurut saya sangat eksotis. Apa saja pantainya? Lets read guys..

Pantai Sanggar

pantai sanggar tulungagung

Dok Pribadi Pantai Sanggar

Umumnya pantai di Tulungagung dikelola oleh swadaya masyarakat, jadi terkesan apa adanya. Akses jalan biasanya susah dijangkau, namun itu menjadi tantangan dan kesenangan jika kita main ke pantai di Tulungagung. Siap-siap offroad kawan!

Pantai sanggar salah satunya. Saya sarankan untuk datang kesini ketika tidak musim hujan. Jalanan yang curam dan rusak -umumnya masih tanah- akan sangat berbahaya jika kita mengendarai motor, kecuali kalau kita mau jalan kaki cukup jauh.

pantai sanggar tulungagung

Pantai Sanggar

Saya datang ke pantai ini sekitar bulan maret 2016 lalu. Kala itu cuaca sekitar pantai di tulungagung sulit di prediksi, curah hujan antar kecamatan tidak merata. Nah, saya kebagian yang apes. Seminggu di desa nggak ada hujan, kurang sedikit sudah sampai pantai, eh ternyata jalanya rusak.

Namun sudah kepalang tanggung mau balik pulang, sia-sia dong perjalanan 1 jam dari rumah. Perjalanan saya lanjutkan, karena saya bersama teman yang sudah terbiasa dengan medan berat. Walaupun di bonceng dengan merem-melek dan tak henti-hentinya membaca istighfar karena takut. Haha!

Meskipun beberapa kali hampir terjatuh karena licin tidak membuat saya berciut nyali -baca nekad-. Akhirnya setelah melewati rintangan yang cukup melelahkan sampai juga saya di Pantai Sanggar.

pantai sanggar tulungagung

Mapala Universitas Tulungagung

Disana saya melihat pemandangan yang tidak biasa namun bisa dibanggakan. Yaitu mahasiswa pecinta alam Universitas Tulungagung yang sedang gotong royong memungut sampah di sekitar pantai. Lebih dari 20 plastik besar sampah yang dikumpulkan. Parah! Kan itu banyak banget ya.

Sangat disayangkan betapa rendahnya kesadaran masyarakat kita tentang sampah. Setidaknya kita datang mengunjungi alam yang masih baik, pulangnya harus dalam keadaan baik dong! Untuk mapala Universitas Tulungagung proud of you guys.

Pantai Patuk Gebang

tulungagung pantai patuk gebang

Pantai Patuk Gebang

Pantai di Tulungagung yang satu ini bersebelahan dengan Pantai Sanggar. Jadi, satu jalan untuk dua pantai sekaligus. Walaupun bersebelahan namun kita harus mendaki bukit terlebih dahulu untuk sampai di pantai Patuk Gebang. Ada juga sih jalur bermotor, tapi hanya bisa diakses oleh petani lokal yang umumnya memodifikasi ban motornya dengan menggunakan ban motorcross.

Yang membuat saya tertantang adalah ada sebuah plang tanda petunjuk yang berbunyi, “Kalau bernyali, lanjutkanlah mendaki”. Jiwa ini seakan bergelora untuk menaklukan medan yang mitosnya berat ini.

pantai patuk gebang tulungagung

Pantai Patuk Gebang

Berat? jangan ditanya, kemiringan bukit ini 30-45 derajat. Belum lagi tanah yang licin membuat semakin terjal saja tantangannya. Ketika sampai di tengah perjalanan, saya bertemu dengan gerombolan anak Universitas Airlangga yang menuruni bukit, tanda bahwa mereka sudah sampai patuk gebang lebih dulu.

Dari tujuh orang anggota tiga diantaranya adalah cewek. Masak iya mau kalah sama cewek, jangan sampai lah. Pertanyaan saya adalah, mereka yang jauh dari surabaya kok bisa-bisanya sampai blusukan kesini. Sebegitu terkenal kah pantai di Tulungagung ini? Ah entahlah! Memang saya yang harus membuktikanya sendiri.

Berjalan selangkah demi selangkah naik turun bukit pada akhirnya mengantarkan kami ke tempat yang di impikan. Yey, this is Patuk Gebang guys. Hanya butuh satu kata untuk megungkapkanya. Yup, Beautiful! Nggak rugi rasanya memerah tenaga melawan teriknya matahari, merangkak-rangkak karena bukit yang curam dan beberapa kali terpeleset karena tanah yang licin.

Pantai patuk gebang dari atas

Pantai Patuk Gebang

Dan akhirnya dibayar dengan keindahan panorama yang luar biasa indah. Ini adalah mahakarya-Mu Tuhan, yang seharusnya kami jaga dan kami lestarikan. Sampai nanti sampai mati!

Itulah dua dari sekian banyak pantai di Tulungagung yang layak kamu kunjungi. Tapi ingat ya, kita harus menjaganya dengan baik, agar semua orang juga bisa menikmatinya.

Semoga Bermanfaat!

Leave a Reply