5 Petuah Luhur Pak Tua

al quran

pixabay.com

“Jarang orang mau mengakui, kesederhanaan adalah kekayaan terbesar di dunia ini: suatu karunia alam. Dan yang terpenting di atas segalanya ialah keberaniannya. Kesederhanaan adalah kejujuran dan keberanian adalah ketulusan”. –Pramoedya Ananta Toer

5 Petuah Luhur Pak Tua – Sederhana. Mungkin ini adalah pilihan hidup pak tua. Saya sangat yakin, bahwa sebenarnya beliau sangat mampu untuk bermewah-mewahan dengan memupuk harta. Namun tidak demikian. Hidup ala kadarnya yang menjadi pilihan.

Gubuk usang menjadi tempat tinggalnya. Yah, yang penting cukuplah untuk berteduh dari terik mentari dan guyuran hujan. Ego maupun gengsi yang menuju ke prestige hanya dilewatinya dengan senyum sinis.

Pak tua tahu betul, hidup di dunia ini cuman ibarat mampir ke kedai kopi. Cepat dan singkat.

Untuk itu beliau mendelegasikan bisnis dan investasinya kepada orang yang terpercaya, lalu mencurahkan seluruh waktunya bersama anak-anak. Anak-anaknya sangat banyak, ada ratusan atau mungkin sampai ribuan. Khalayak umum menyebut anak-anak itu dengan istilah santri. Termasuk saya, salah satu yang ingin diakui sebagai anak oleh Pak Tua.

Pilihan Hidup ala Sang Terkasih

Suatu hari Pak Tua pernah berkata,” Nak, aku mau menyampaikan sebuah risalah. Risalah ini berasal dari guruku. Dan guruku mendapatkannya dari gurunya, itu semua terus berlanjut sampai puncaknya adalah Manusia paling Mulia, Nabi Muhammad Saw.

Ini tentang lima pilihan hidup, mulai dari yang tingkat bawah sampai tingkat atas semuanya mulia, tapi ingat setiap pilihan mempunyai konsekuensinya masing-masing”. Mari kita bahas satu per satu!

5. Orang miskin yang Sabar

orang tua pekerja keras

pixabay.com

Kalau kamu ingin masuk surga bighoiri hisab atau tanpa perhitungan ya jadilah orang miskin yang sabar. Karena apa yang mau di hisab? Untuk keperluan sehari-hari saja pas-pasan dan terkadang malah kurang.

Menjadi sabar itu tidak mudah, kita sering kali mengeluh terhadap suatu hal yang tidak kita inginkan. Untuk itu Allah memuliakan orang miskin namun sabar dalam menjalani hidupnya, senantiasa tawaduk dalam sikapnya dan santun dalam bersikap.

Kalau Allah menakdirkan kamu menjadi orang miskin. Maka jadilah orang miskin yang sabar namun juga bermartabat.

4. Orang Kaya yang Saleh

orang kaya yang saleh

bestprofit-banjarmasin.com

Satu tingkat diatas orang miskin yang sabar adalah orang kaya yang saleh. Dengan mempunyai harta kamu bisa menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat.

Namun kebanyakan orang kaya itu lupa, mereka terlena oleh keindahan semu duniawi, sibuk terhadap mengumpulkan harta yang tak ada habisnya dan tidak mau bersyukur terhadap kurnia yang sudah didapatkannya.

Untuk itu Allah meninggikan derajat orang kaya yang tetap rendah hati, selalu bersyukur terhadap nikmat yang sudah didapatkan dan tidak segan untuk membantu sesama apalagi fakir miskin yang membutuhkan.

Jika kamu ditakdirkan oleh Allah menjadi orang kaya. Maka, jadilah orang kaya yang saleh dan senantiasa bermanfaat.

3. Penguasa yang Adil

bung karno pidato

rosodaras.files.wordpress.com

Tingkatan selanjutnya adalah penguasa yang adil. Sudah menjadi fitrah manusia bahwa ketika memiliki harta banyak, sesuatu yang ingin dikejar selanjutnya adalah tahta atau kedudukan.

Dengan memiliki tahta dia akan dipandang lebih tinggi terhadap sesamanya, dia memiliki kebanggaan untuk bahan membusungkan dada dan yang paling penting adalah dengan kedudukanya dia bisa membuat kebijakan yang berpengaruh bagi banyak orang.

Tidak banyak orang yang sampai tahap ini, jika kamu beruntung bisa menjadi penguasa, maka gunakanlah kekuasaanmu untuk membuat kebijakan yang bermanfaat bagi banyak orang, tegakkanlah hukum dengan tegas, buatlah rakyat merasa nyaman tinggal dirumahnya dan bangga dengan negaranya.

2.Ulama yang Mengamalkan Ilmunya

ulama yang mengamalkan ilmunya

i.ytimg.com

Tingakatan yang lebih tinggi dari penguasa yang adil adalah ulama yang mengamalkan ilmunya. Sebagaimana tingkatan-tingkatan di bawahnya, sebagai ulama banyak sekali cobaan yang mendera.

Merasa tinggi hati karena ilmu yang dimiliki, bujuk rayu untuk mendukung elit politik yang tiada henti dan ketenaran yang menjadi-jadi. Di level ini semua cobaan bermuara untuk menggoyahkan hati.

Jika kamu tidakdirkan oleh Allah menjadi ulama. Janganlah pelit untuk membagikan ilmu, gunakanlah pengaruhmu untuk memperdekat si miskin dengan si kaya, jadilah jembatan antara pengusaha dengan penguasa, buatlah mahakarya dengan medidik manusia yang bisa menggebrak perubahan di masanya dan tetaplah menjadi sosok yang santun yang menunjukkan kedalaman ilmumu. Dan akhirnya Allah akan senantiasa meninggikan derajatmu.

1. Auliya atau Wali yang Bijak

Level ini adalah yang paling tinggi diantara yang lainya. Bisa dibilang satu juta dibanding satu. Dan allah menurunkan auliya dibumi dengan interval 100 tahun sekali yang dikenal sebagai wali kutub.

Konon katanya cobaan menjadi wali adalah meneriba bala’ sepertiga dari keseluruhan bala’ yang diturunkan oleh allah di dunia. Dan kononya lagi, wali tidak akan di ketahui kecuali dengan wali yang lainnya.

Udah kita nggak usah membahas hal ini, karena bukan maqam kita. Kamu bisa pada tahap ulama yang mengamalkan ilmu saja sudah sangat bagus.

Pak tua sang murabbi ruh dan panutan bagi santrinya. Hanya tubuhmu yang fana, namun ruhmu akan selalu hidup. Dan semoga Allah senantiasa merahmatimu.

Semoga Bermanfaat!!

 

*Yang saya sebut sebagai Pak Tua adalah Syeikh Toha Mu’id, Pendiri Pondok Pesantren Al-Ishlah, Kediri.

Leave a Reply