Pesta Wirausaha, Saya dan Tokoh Besar

via 500px.com

via 500px.com

Pesta Wirausaha adalah acara besar yang diselenggarakan oleh Komunitas Tangan Di Atas atau TDA. Untuk sarana para pengusaha dalam meningkatkan knowledge bisnisnya, memperluas networking, promosi produk dan menjaga konsistensi.

Saya melihat acara ini dari tahun ke tahun selalu mampu menarik banyak partisipan. Mungkin karena banyak mengundang pengusaha kelas nasional untuk berbicara dan membagikan ilmunya. Selain itu, aneka bazar bisnis yang siap dijadikan referensi bagi mereka yang hendak membuka usaha.

Saya akan berbagi cerita tentang pengalaman saya mengikuti acara ini. Yang sekaligus mempertemukan saya dengan tokoh-tokoh besar nasional.

Berawal dari Kampus

via pixabay

via pixabay

Pertengahan tahun 2012 saya mulai belajar di Young Entrepreneur Academy Indonesia atau lebih dikenal dengan YEA Indonesia. Berletak di kota Bandung menjadikannya lebih nyaman dalam proses pembelajaran.

Di kalangan pebisnis starup kampus saya cukup popular untuk dibicarakan. Karena sosok founder nya yang bersahaja dan tidak ragu untuk membagikan ilmunya. Anda mungkin tidak asing mendengar nama Jaya Setiabudi atau yang kerap dipanggil mas J. Yup, itulah fonder YEA Indonesia.

Di dalam kampus yang proses pembelajaran hanya enam bulan ini, saya optimalkan dengan banyak interaksi dengan para petinggi kampus. Kebiasaan canggung mahasiswa Indonesia benar-benar saya hilangkan.

Nah kebiasaan aktif dan menghilangkan rasa canggung itulah yang merubah saya secara perahan-lahan dalam bersosialilasi.

Pesta Wirausaha

Berbicara Pesta Wirausaha, pada awal tahun 2013 guru saya di undang oleh Komunitas TDA untuk berbagi ilmu dalam perhelatan akbarnya. Nah karena beliau menjadi pembicara, TDA memberikan jatah satu stand dalam bazar bisnis, untuk memperkenalkan YEA secara lebih mendalam.

Saya merasa beruntung diberi kesempatan sebagai salah satu wakil YEA, untuk presentasi all about kampus di acara Pesta Wirausaha yang bertempat di Jakarta International Expo tersebut.

Bertemu Tokoh Besar

Di sela-sela presentasi dan menjawab pertanyaan orang yang mengunjungi stand. Saya berkesempatan mengenal lebih dekat tokoh besar dengan mengikuti kelas bisnisnya. Pengalaman ini memberi kesan yang mendalam dalam hidup saya.

Saya akan berusaha berbagi materi yang disampaikan para tokoh yang saya jumpai. Yang mungkin akan memberikan maanfaat kepada anda. Mari sejenak kosongkan gelas!

Marta Tilaar

via gambaroval.wordpress.com

via gambaroval.wordpress.com

Owner dari perusahaan kosmetik dan jamu yang fenomenal ini memberikan materi stategi marketing yang dikenal sebagai marketing mix 4P. Mari kita bahas satu persatu.

1. Product (produk)

Produk adalah kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran, meliputi: ragam, kualitas, desain, fitur, nama merek dan kemasan.

2. Price (harga)

Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk, meliputi: daftar harga, potongan harga, periode pembayaran dan persyaratan kredit.

via 500px.com

via 500px.com

3. Place (tempat)

Tempat dalam marketing mix adalah kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan, meliputi: lokasi, saluran distribusi, persediaan, transportasi dan logistik.

4. Promotion (promosi)

Promosi adalah aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya, meliputi: iklan dan promosi penjualan.

Nah, ibu Marta Tilaar memberi studi kasus dengan mencontohkan unit usahanya. Menceritakan sejarah berdirinya kerajaan bisnis beliau. Dan mendorong para peserta Pesta Wirausaha untuk terus berinovasi.

Dahlan Iskan

via itoday.co.id

via itoday.co.id

Berbeda dengan ibu Marta Tilaar yang membahas hal yang bersifat teknis. Pak Dahlan memberikan materi tentang attitude yang menjadi pondasi untuk sukses sebagai entrepreneur. Ada tiga poin dasar yang disampaikan oleh pak Dahlan, diantaranya:

1. Jujur

Sikap ini wajib dimiliki oleh setiap pengusaha. Walaupun pahit namun harus tetap dijunjung tinggi. Ini yang akan membedakan dalam rentang jangka panjang. Segala sesuatu yang diawali dengan kebohongan pelan tapi pasti akan menemui titik hancurnya sendiri.

Selain itu partner bisnis akan lebih memilih orang yang mempunyai integritas daripada yang tricky. Bukanya setiap agama menitikberatkan kejujuran. Toh, malaikat di alam kubur kelak nggak bisa kita suap kan?

2. Jangan terlalu banyak berharap

Tekad besar tidak harus diiringi harapan yang besar. Karena orang yang tidak mempunyai harapan besar biasanya hiduplah lebih fleksibel.

Selain itu orang tipe ini akan mudah bosan. Nikmati prosesnya, syukuri hasilnya. Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar sabar?

3. Fokus

Fokus pada satu hal, perlahan-lahan besarkan. Berbisnis itu seperti belajar naik sepeda. Orang yang belajar naik sepeda akan menuntun sepedanya, lalu menaikinya dan mencoba mengendarainya.

Tidak ada sesusatu yang instan, buka bisnis satu bulan langsung minta kaya. Usaha dan waktu itu seperti dua sisi koin yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang dan besar.

Tidak perlu menghiraukan hijaunya rumput tetangga. Tetap fokus pada prinsip dan fleksibel menyikapi perubahan.

Nah, tiga poin itulah yang disampaikan oleh pak Dahlan. Sederhana, namun jika kita melakukanya dengan konsisten, kemungkinan besar kesuksesan akan menyertai. Bukanya, usaha tak akan pernah menghianati hasil?

Sandiaga Uno

via netz.id

via netz.id

Muda, ganteng, kaya dan santun. Banyak orang yang menilai beliau seperti itu, begitu juga saya. Tidak rugi saya menjadi wakil kampus di Pesta Wirausaha. Bagaimana tidak, di event ini saya bisa bertemu kepada orang terkaya nomer 47 fersi Majalah Forbes tahun 2014.

Sama dengan pak Dahlan, lagi-lagi bang Sandi juga menyampaikan tentang attitute. Kenapa attitute? mungkin saja manusia bangsa ini harus tetap di ingatkan akan pentingnya nilai-nilai luhur.

Kala itu bang Sandi menyampaikan empat pilar filosofinya yang dirangkung dalam Kerja4as. Nah apa apa itu? saya akan mencoba sedikit menjabarkannya. Mari rendahkan hati untuk belajar!

1. Kerja keras

Sebagai pengusaha kita harus bekerja kerja keras. Kalau tidak salah bang Sandi pernah penyampaikan bahwa beliau kerja 17 jam sehari. Saya sendiri shock mendengarnya, padahal sudah sukses tetapi masih saja tidak mengurangi porsi kerjanya.

Mungkin inilah filosofi yang dipergunakan orang sukses di bidang apapaun. Saya yakin jika kita mencintai pekerjaan, seterjal apapun pasti kita kita menikmatinya. Yuk, kita bekerja keras!

2. Kerja cerdas

Kerja keras saja ternyata tidak cukup. Kita harus kerja cerdas. Maksudnya adalah kita harus menggunakan stategi dengan membentuk team work.

Bisnis itu ibarat lari marathon, membutuhkan nafas panjang dan stamina yang prima. Nah, ketika sudah mempunyai team work yang mumpuni, kita akan lebih cepat mengambil keputusan karena sudah ada ahli di setiap bagianya. Yang mungkin akan susah jika lakukan jika kita berjalan sendiri.

3. Kerja tuntas

via pixabay.com

via pixabay.com

Kerja cerdas dengan team work pun kurang maksimal jika kita bekerja dengan tuntas. Maksudnya adalah kita harus mempunyai target. Buat target jangka pendek, menengah dan panjang. Tuntaskan atau capai target itu setahap demi setahap sampai semua sudah terlamapaui.

4. Kerja ikhlas

Kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas tidak akan memberi makna jika kita melaluinya tanpa adanya kerja ikhlas.

Bagaimanapun juga masih ada Tuhan Yang Maha Berkehendak, yang bisa kita lakukan hanya ikhtiar. Selanjutnya, entah itu berhasil atau tidak kita pasrahkan kepada tuhan. Agar semua yang kita upayakan itu bermanfaat.

Kalau menurut saya, filosofi ini bukan hanya revelan dalam bisnis melainkan akan sangat bernilai jika kita menjadikan prinsip hidup.

Itulah sedikit pengalaman saya tentang pesta wirausaha. Saya percaya di dalam setiap perjalanan ada sebuah pelajaran yang bisa kita petik hikmahnya. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply