Jembatan Ampera Palembang, Ikon Legendaris Bersejarah di Sumatera Selatan

Jembatan Ampera Palembang – Tempat wisata yang menjadi ikon dari kota Palembang adalah Jembatan Ampera. Jembatan yang berada di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini dahulu dikenal dengan nama Jembatan Bung Karno. Jembatan ini dibangun pada tahun 1962.

Jembatan ini adalah jembatan yang paling panjang di Asia Tenggara. Nama Jembatan Bung Karno diganti menjadi Jembatan Ampera yang merupakan kependekan dari Jembatan Amanat Penderitaan Rakyat. Pergantian jembatan ini karena adanya gejolak politik yang terjadi di Nusantara.

Dahulu kala jembatan ini dapat terangkat supaya kapal-kapal tidak membentur badan jembatan ini ketika melewati Sungai Musi. Kapal dengan tinggi 44,5 meter dapat melewati jembatan ini ketika jembatan dinaikkan.

Lambat laun fungsi ini diberhentikan karena mengganggu arus lalu lintas yang melewati bagian atas jembatan ini. Bandul pemberat dari jembatan ini yang masing-masing bisa mencapai 500 ton diturunkan agar tidak ada yang terluka ketika bandul jatuh secara tiba-tiba.

Sejarah Jembatan Ampera Palembang

foto jembatan ampera tempo dulu

Foto Jembatan Ampera Tempo Dulu (kelambit.com)

Jembatan ini telah menjadi ikon kota Palembang selama puluhan tahun. Letaknya berada di tengah-tengah kota Palembang. Jembatan ini menghubungkan daerah Seberang Ilir dan Seberang Ulu yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Jembatan ini awalnya berwarna abu-abu kemudian berganti warna menjadi kuning dan sekarang berwarna merah. Jembatan ini juga memiliki ukuran yang besar.

Dahulu jembatan ini hanya dijadikan alat penghubung antara Seberang Hulu dan Hilir. Seiring perkembangnya zaman dan telah dirancangnya Visit Musi 2008 telah banyak perubahan di jembatan ini. Jembatan ini menjadi objek wisata yang menarik dan banyak dikunjungi wisatawan.

Keindahan Jembatan Ampera Palembang

Jembatan Ampera Palembang

Foto Jembatan Ampera Palembang Malam Hari (flickr.com)

Malam hari adalah waktu yang paling tepat untuk menikmati keindahan Jembatan Ampera Palembang ini. Jembatan Ampera Palembang dihiasi lampu-lampu yang merupakan daya tarik sendiri bagi wisatawan. Lampu hias yang mengelilingi jembatan ini dapat berubah-ubah warna setiap berapa detik sekali.

Bagi yang menyukai bidang fotografi sering menjadikan Jembatan Ampera Palembang sebagai objeknya. Sungai Musi yang membentang di sepanjang areal Jembatan Ampera Palembang menjadi pemandangan yang indah, tak kalah indah dari kerajinan songket-nya yang sudah melegenda. Wisata kuliner yang khas dari kota Palembang pun berada di sekitar Jembatan Ampera Palembang ini.

Selain itu terdapat empat taman di sudut-sudut jembatan ini. Di sudut sebelah hilir terdapat dua taman dan dua taman lainnya di sebelah hulu. Taman-taman ini menjadikan Jembatan Ampera Palembang ini menjadi semakin indah dan menarik untuk dikunjungi.

Ide untuk membangun taman di bagian sudut sebelah hulu dan hilir dicetuskan oleh Presiden Pertama kita. Taman kembar yang berada di sudut-sudut ini memiliki maksud tersendiri. Taman-taman ini menjadi lambang keadilan dan kesetaraan Palembang sebelah hulu dan hilir.

Sekilas kalau kita cermati jembatan ini hampir mirip dengan Jembatan San Fransisco di Amerika Serikat. Kedua jembatan sangat menarik karena lampu yang dapat berubah menjadi warna-warni.

Mari Rawat Jembatan Ampera Palembang

Gambar Jembatan Ampera Malam Hari

Foto Jembatan Ampera Palembang Siang Hari (satyawinnie.com)

Semua fasilitas yang ada di jembatan ini harus dirawat dengan baik. Kita harus sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mencoret-coretnya. Para wisatawan baik lokal maupun asing akan menjadi tidak nyaman untuk berkunjung apabila suasana di Jembatan Ampera kotor.

Jembatan ini merupakan bukti sejarah dan aset bagi kota Palembang. Jadi harus dirawat dengan baik dan benar. Karena kita sendiri akan merugi bila tak menjaganya. Selain keindahan Jembatan Ampera menjadi tercoreng sumber penghasilan daerah pun menjadi berkurang.

Disayangkan pula apabila generasi penerus tidak bisa menyaksikan kemegahan dan keindahan dari Jembatan Ampera Palembang ini karena tindakan kita yang tidak pantas dilakukan.

Leave a Reply