bahan denim

Bahan Denim: 5 Perbedaan Dengan Jeans, Apa Saja?

Kata dari bahan denim berasal dari Bahasa Prancis yang mengalami penyederhanaan, yaitu serge de Nimes yang berarti kain dari Nimes. Pada abad ke-17, Nimes menjadi kota industri terbesar ketiga di Prancis karena kemajuan produksi tekstilnya.

Serge de Nimes merupakan jenis kain yang populer pada masa itu hingga diekspor ke seluruh Eropa. Versi asli denim terbuat dari serat wol dan sutra. Para penggembala domba di Gunung Cavennes, sebelah utara Nimes, memakainya sebagai busana sehari-hari kala bekerja.

Perbedaan Denim dan Jeans

Banyak yang salah sangka antara jeans dan denim adalah sama. Dengan mengetahui perbedaan keduanya hopefully akan menambah kepekaan dengan busana yang Anda pakai.

Tempat Asal

Denim bermula dari Kota Nimes di Prancis, sementara jean merupakan buah karya penduduk Kota Genoa di Italia. Dalam Bahasa Prancis, kata Genoa diucapkan dengan lafal jean. Kedua jenis kain ini sama-sama populer di Eropa pada rentang waktu yang sama.

Sementara itu, jeans yang dikenal sekarang berasal dari Amerika. Diperkenalkan oleh Levi Strauss, pendiri pabrik pengolahan denim dengan merek kenamaan, Levi’s. Produk pertamanya adalah celana overall atau celana monyet untuk para pekerja tambang.

Ini berbeda dengan bahan maxmara bikinan rumah mode Max Mara Fashion Group. Material ini sejak awal memang dibuat untuk meningkatkan penampilan mewah para wanita, mungkin Anda juga salah satu pengagumnya.

Bahan Baku

Denim versi asli terbuat dari campuran serat wol dan sutra. Sedangkan kain jean buatan orang Genoa menggunakan bahan wol bercampur katun. Sementara itu, celana jeans seperti milik Levi’s diproduksi melalui pencampuran serat katun dan beberapa jenis serat sintetik.

Ketika denim pertama kali muncul di Inggris, material ini sudah memakai 100% serat katun. Ini membuat teka-teki mengenai denim dan jeans semakin sulit terpecahkan. Apalagi para ahli sejarah pun mengalami kebingungan yang sama.

Tapi ada satu pendapat yang menyimpulkan bahwa produsen serge de Nimes beralih sepenuhnya menggunakan serat katun. Pasalnya, pada abad ke-18, bahan wol mengalami kelangkaan dan mahal harganya.

Proses Pembuatan

Meski menggunakan bahan baku yang berbeda, bisa jadi denim dan jean di masa lalu dibuat melalui proses yang sama. Ini karena keduanya memiliki ciri permukaan yang benar-benar mirip lewat tekstur seratnya yang diagonal.

Menariknya, perbedaan antara denim dan jeans mulai tampak di Amerika. Pabrik-pabrik tekstil di Amerika Serikat mengaplikasikan penggunaan dua jenis benang yang berbeda dalam produksinya.

Salah satunya mengikuti cara penggembala Nimes, yakni menggunakan satu benang putih dan satu benang berwarna, sementara lainnya memakai dua jenis benang yang sama-sama berwarna. Metode Nimes menghasilkan denim, sedang cara satunya menghasilkan jeans.

Hubungan Rumit antara Denim dan Jeans

Sampai sejauh ini, belum ada yang bisa merumuskan tentang perbedaan mendetail antara denim dan jeans. Hubungan keduanya begitu rumit sampai-sampai membingungkan banyak orang.

Namun baru-baru ini, ada pendapat umum yang menyatakan tentang perbedaan paling mendasar dari denim dan jeans. Denim disebutkan sebagai nama dari salah satu jenis kain. Sementara jeans adalah nama dari salah satu jenis produk garmen berupa celana.

Denim dulunya terbuat dari 100% bahan katun, sebelum harganya menjadi mahal dan dicampuri dengan serat sintetik. Sedangkan untuk membuat celana jeans, denim terlebih dahulu diproses dengan metode khusus agar lebih awet dan nyaman dipakai.

Kesimpulan

Dari pendapat di atas, berarti sudah jelas bahwa kedua jenis material tersebut benar-benar berbeda. Semua jeans pasti berasal dari denim, tetapi tidak semua denim hanya dipakai untuk membuat produk-produk jeans.

Jika diibaratkan seperti manusia, denim bisa berarti seorang ibu yang melahirkan beberapa orang anak, salah satunya bernama jeans. Denim masih berupa bahan mentah yang membutuhkan pengolahan khusus sebelum bisa digunakan dalam produksi garmen.

Di sisi lain, jeans sudah merupakan barang jadi dan fungsional. Celana jeans menjadi favorit banyak orang dari berbagai kalangan. Pria dan wanita, baik tua maupun muda, semua cocok menggunakan jenis busana yang satu ini.

Lebih Jauh soal Bahan denim

Material ini dikenal memiliki kekuatan dan daya tahan yang tinggi. Kelebihan bahan denim diperoleh lewat penggunaan pilinan benang yang tebal. Pada masa modern, benang tersebut bisa berasal dari campuran serat katun dan serat sintetik, seperti poliester dan bahan lotto.

Serat sintetik dipakai untuk menciptakan karakter kain yang berbeda. Poliester membuat kain menjadi lebih kaku, sementara penggunaan lotto ditujukan untuk meningkatkan elastisitasnya. Lotto biasa ditemukan pada pakaian-pakaian olahraga.

Awalnya serat katun atau sintetik dipintal menjadi benang. Benang ini kemudian dicelupkan ke cairan pewarna tekstil, baru selanjutnya ditenun menggunakan dua jenis alat tenun yang menghasilkan kain berbeda, yaitu mesin tenun proyektil dan kumparan.

Untuk menghasilkan berbagai jenis produk jeans, material ini diolah melalui banyak cara. Mulai dari penyemprotan cairan kimia, paparan sinar laser dan ozon, dipudarkan warnanya dengan cairan pemutih, sampai diampelas untuk mendapatkan tampilan belel yang diinginkan.

Material ini dianggap sebagai jenis kain yang paling populer di dunia. Sejarahnya juga panjang dan cukup unik. Kain tersebut menjadi favorit semua kalangan karena cocok dipakai dalam berbagai aktivitas.

Sebagai bahan pakaian, kekuatannya nyaris tak tertandingi. Denim tidak mudah sobek. Produk denim berkualitas tinggi dan jika dirawat dengan baik, dapat bertahan seumur hidup pemakainya.

Harga bahan denim berkisar mulai dari Rp30 ribu-an tergantung ketebalannya. Nominal ini sama dengan harga bahan wolfis per meternya.

Leave a Reply