bahan fleece

Bahan Fleece: 7 Jenis yang Paling Laris, Apa Saja?

Jaket, sweater, atau hoodie yang berbahan tebal dan hangat mirip wol sangat mudah dijumpai di gerai-gerai busana. Namun, tampaknya masih jarang orang yang mengenal bahan fleece, salah satu jenis kain yang banyak digunakan untuk membuat baju-baju hangat tersebut.

Sejarah kain fleece bermula pada akhir tahun 1970-an, ketika Malden Mills Industries (Massachussetts) memproduksi benang jadi dari bahan plastik. Perusahaan ini menciptakan jenis kain fleece yang pertama dengan memanfaatkan botol plastik dan poliester.

Ciri-Ciri dan Karakteristik Fleece

Kain fleece dibuat melalui proses pemelintiran rajutan benang yang dibuat dari plastik hingga membentuk lembaran kain yang padat. Selanjutnya, dilakukan proses napping (penyikatan) permukaan kain dengan mesin khusus untuk memotong pola loop (lingkaran-lingkaran kecil) tanpa merusak kain.

Proses napping menghasilkan tekstur kain yang lebih tebal dan berbulu dan inilah yang disebut kain fleece. Kemudian, serabut bulunya dirapikan menggunakan pisau spiral yang akan mengubah bulu fleece menjadi lebih rata, halus, dan lembut.

Oleh karena itu, sebenarnya kain fleece mudah dikenali karena memiliki beberapa ciri khas yang bisa dilihat atau diraba. Secara umum, ciri utama bahan ini adalah kainnya tebal, teksturnya sangat halus dan lembut, permukaan luarnya berbulu, serta memberikan rasa hangat saat disentuh.

Selain ciri-cirinya, karakteristik bahan fleece juga penting untuk diketahui. Hal ini berkaitan dengan kenyamanan saat dipakai dan cara perawatannya, juga untuk membedakannya dengan bahan babyterry. Beberapa karakteristik kain fleece adalah:

  • Menyerap panas, keringat, dan air dengan baik;
  • Memungkinkan terjadinya sirkulasi udara sehingga kulit bisa “bernapas” dengan baik;
  • Bahannya elastis;
  • Mudah terbakar; dan
  • Bisa menghasilkan listrik statis lebih besar dibandingkan jenis bahan lain.

Kelebihan dan Kekurangan Fleece

Kelebihan dan kekurangan suatu jenis bahan menjadi bahan pertimbangan penting ketika Anda hendak memutuskan untuk memproduksi maupun membeli sebuah produk tekstil. Apa saja kelebihan dan kekurangan fleece? Berikut uraiannya.

Kelebihan:

  • Teksturnya lembut, nyaman, dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit.
  • Harganya murah sehingga bisa dimiliki siapa saja.
  • Cepat kering sehingga bahan ini cocok untuk digunakan di daerah pegunungan yang sering hujan dan udaranya cenderung lembap.
  • Meskipun dalam keadaan basah, produk berbahan fleece tetap memberikan rasa hangat karena merupakan insulator yang baik bagi tubuh.
  • Memiliki kemampuan breathability yang baik, artinya tetap memungkinkan terjadinya sirkulasi udara sehingga tidak menyebabkan gerah saat dipakai.
  • Bersifat elastis sehingga mudah dilipat, meskipun tebal, serta dapat menyesuaikan bentuk dan ukuran tubuh.
  • Khusus untuk jenis fleece katun, bahannya cukup awet, bahkan semakin lama dipakai, semakin terasa lembut.

Kekurangan:

  • Karena permukaannya berbulu, kain fleece mudah kotor terkena debu yang menempel dan terperangkap.
  • Jika Anda berambut panjang, berhati-hatilah saat mengenakan pakaian berbahan fleece karena kain ini mudah menarik rambut akibat listrik statis yang dimilikinya.
  • Cukup sulit dirawat, tidak boleh dicuci menggunakan pewangi atau pemutih karena bisa merusak daya serap airnya. Jika menggunakan mesin, pilih suhu paling rendah dan putaran paling lembut. Kain fleece tidak boleh dijemur di bawah matahari langsung dan kainnya dibalik.
  • Sifat menghangatkan badan dari kain fleece belum cukup kuat untuk melawan suhu ekstrem hingga di bawah nol derajat.
  • Permukaan luarnya mudah mengelupas, meskipun tidak dicuci.
  • Lama-kelamaan, warna akan memudar.
  • Tak seperti bahan ceruti yang tipis, kain fleece cenderung tebal dan berat.

Jenis-Jenis Fleece

Berdasarkan komposisi material dan teknik pembuatannya, kain fleece bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Cotton Fleece (Fleece Katun)

Jenis kain fleece ini dibuat dari campuran antara fleece dengan serat katun (kapas). Fleece katun ini termasuk yang banyak diproduksi dan mudah dijumpai di pasaran. Sifatnya yang sangat lembut dan nyaman membuat bahan ini sering digunakan untuk memproduksi pakaian atau selimut bayi.

2. Polyester Fleece (Fleece Poliester)

Biaya produksi yang murah membuat serat poliester banyak digunakan untuk membuat berbagai jenis kain, termasuk bahan fleece. Karena itu pulalah, fleece poliester mendominasi produk-produk berbahan fleece yang ada saat ini. Ciri khas bahan ini adalah permukaan kainnya tampak mengilap.

3. LiycraSpandex Fleece (Fleece Spandeks)

Jenis fleece spandeks masih menggunakan serat sintetis spandeks sebagai bahan campurannya sehingga menghasilkan kain fleece yang lebih elastis dari jenis biasa. Pakaian wanita dan busana pertunjukan adalah contoh produk yang banyak dibuat dari fleece spandeks.

4. French-Terry Fleece

Ciri khas kain ini adalah pola anyaman pada permukaannya terlihat jelas dan tidak memiliki bulu-bulu halus. Kain ini lebih berat dari bahan kaos, tetapi lebih ringan dari sweater dan dibuat dari campuran fleece dengan poliester, rayon, katun/campuran katun, atau serat organik dari kapas dan kedelai.

5. Micro Fleece (Fleece Mikro)

Fleece mikro memiliki permukaan yang berbulu pada kedua sisinya dan tergolong kain fleece yang tipis. Karena mampu menyerap air dengan baik, kain ini sering digunakan untuk membuat popok dan pembalut ramah lingkungan, selain untuk membuat baju bayi, sarung tangan, dan syal.

6. Sherpa Fleece

Dibuat dari 100% serat poliester, fleece sherpa memiliki ciri khas satu sisinya tampak seperti bulu domba, sedangkan sisi lainnya berbulu halus. Biasanya, kain ini digunakan pada tepi jaket, bagian kerah, dan ujung lengan untuk menambah rasa hangat.

7. Coral Fleece

Kain coral fleece banyak dipakai untuk membuat selimut, syal, dan topi musim dingin karena bahannya sangat lembut.

Mengingat bahan baku yang digunakan, yaitu botol-botol plastik, bahan fleece sering disebut sebagai kain yang ramah lingkungan karena mampu mendaur ulang plastik menjadi kain yang sangat banyak kegunaannya. Dengan memilih kain fleece, Anda pun sudah berkontribusi menyelamatkan lingkungan.

Leave a Reply