jenis kain kanvas

Bahan Kanvas: 7 Ulasan yang Membantu Keputusan Anda!

Mencari kain yang kuat dan juga tahan panas? Kain dengan bahan kanvas bisa menjadi solusinya. Ya, kain ini pada dasarnya merupakan kain yang digunakan untuk melukis dengan cat minyak.

Mengapa demikian? Tentu karena kain ini tebal dan permukaannya kasar. Jadi, cat minyak yang diaplikasikan di atasnya tidak mudah tembus. Nah, kenali lebih dekat serba-serbi bahan kanvas melalui penjelasan di bawah ini.

Asal Mula Kain Kanvas

Bahan Kanvas

Awalnya, kain kanvas dibuat dari jerami dan hanya digunakan sebagai media untuk melukis. Namun, lama kelamaan, kain kanvas juga digunakan untuk membuat tas, busana, sepatu, serta topi.

Yang awalnya dibuat dari jerami, pada akhirnya kain kanvas pun juga dibuat dari linen atau kapas yang dimodifikasi sedemikian rupa. Ada pula kanvas dari polyester.

Pada dasarnya, linen dan kapas memang tidak sekuat jerami. Namun dengan proses khusus, maka kanvas dari linen dan kapas pun bisa sekuat kanvas jerami.

Sifat-Sifat Kain Kanvas

Kain Kanvas

Kain kanvas memiliki beberapa sifat khas, yaitu:

  • Permukaannya kasar,
  • Serat benang terlihat dengan jelas,
  • Tidak mudah robek, dan
  • Tekstur kain kaku.

Karakteristik pada kain kanvas di atas dapat menjadi kelebihan dan juga dapat menjadi kekurangan. Tentu itu tergantung pada tujuan penggunaan kain kanvas.

Jenis-jenis Kain Kanvas

jenis kain kanvas

Kain kanvas diproduksi dalam berbagai jenis yang tentunya berdasarkan kualitas dan spesifikasi yang berbeda, diantaranya:

1. Kanvas Blacu

Kain kanvas blacu merupakan kanvas yang paling murah dan paling kaku.

Karena sifatnya yang sangat kaku, maka kain blacu hampir tidak pernah digunakan sebagai material dasar untuk pakaian. Selain untuk kanvas lukis, kain blacu juga sering digunakan untuk bahan dasar tas.

Kain blacu juga tidak mudah untuk dibentuk. Maka dari itu, cendera mata yang dibuat dari blacu biasanya adalah cendera mata yang desainnya sederhana.

2. Kanvas Marsoto

Untuk pembuatan pakaian atau perlengkapan yang membutuhkan bahan yang lebih halus, maka kanvas marsoto dapat menjadi jawabannya. Bila dibandingkan dengan kanvas blacu, marsoto jelas lebih halus.

Pada permukaannya, kanvas marsoto ini memiliki bintik-bintik. Itulah sebabnya mengapa kain marsoto sering disalahartikan sebagai kain cordura. Nah, harganya pun lebih mahal daripada kain blacu.

3. Kanvas Terpal

Kanvas jenis terpal adalah kanvas yang cukup fleksibel, tetapi juga sangat tebal. Oleh karenanya, kanvas yang satu ini dipakai sebagai terpal pelindung atau sebagai bahan pembuat tenda.

Nah, meskipun mudah dilipat, kanvas terpal memiliki permukaan yang kuat. Kanvas ini jelas tidak mudah sobek dan juga tidak mudah ditembus bahkan oleh pisau yang tajam sekalipun.

4. Kanvas Baby

Kanvas baby memiliki permukaan yang lembut. Bahannya pun juga amat lentur. Jadi, kain ini sering dipakai untuk membuat berbagai macam sandang, mulai dari tas hingga baju.

Nah, kanvas baby sendiri harganya lebih mahal daripada blacu. Hal ini karena walaupun lebih halus, tetapi kanvas baby juga cukup kuat. Selain itu, kain yang satu ini juga lebih lentur.

5. Kanvas PE

Kain kanvas dengan bahan dasar polyester dan katun adalah kanvas PE. Nah, kanvas PE ini terkenal akan karakternya yang panas. Itulah yang mendasari penggunaan kanvas PE untuk membuat tas dan aksesori.

Selain kuat, kain kanvas PE juga cukup lembut dan lentur. Jadi, apabila Anda bermaksud untuk menghemat biaya pembuatan aksesori tetapi ingin memberikan yang berkualitas, pilihlah kanvas PE.

6. Kanvas Sueding

Kanvas sueding memang terlihat lebih mencolok dan berbeda dibandingkan dengan kanvas-kanvas lainnya. Pasalnya, kanvas yang satu ini punya lapisan permukaan yang sedikit berbulu.

Itu sebabnya kanvas sueding sering dijadikan bahan untuk membuat pakaian, tentunya dilapisi kain furing. Bahannya akan memberikan kesan yang unik dan juga tetap nyaman dikenakan karena tidak setebal kain kanvas lainnya.

Perawatan Kain Kanvas

Kain kanvas adalah salah satu kain dengan tekstur yang paling kuat. Dengan demikian, kain ini tidak membutuhkan perawatan khusus layaknya kain lain, seperti tule atau organza, misalnya.

Karena ketebalannya, pada saat menyetrika, aturlah suhu hingga tingkat tinggi karena kain ini cukup tebal. Namun, sebaiknya tidak mencuci kain ini dengan detergen karena dapat merusak permukaan kain.

Bila pakaian dan tas kanvas Anda kotor, sebaiknya cuci secara manual dan gosok kotoran yang melekat di atasnya dengan sikat gigi dan juga sabun yang tidak terlalu keras, layaknya pada bahan polyester.

Peluang Usaha dengan Kain Kanvas

Ada banyak peluang usaha yang bisa Anda raih dengan kain kanvas. Pertama tentunya adalah tote bag kain kanvas. Jenis tas ini bisa dijual dengan harga terjangkau dan dapat digunakan sebagai tas belanja untuk mendukung kampanye pengurangan plastik.

Anda bisa juga menggunakan kanvas untuk membuat hiasan dinding. Caranya adalah dengan melukis sesuatu atau mencetak halaman tertentu pada kanvas kemudian dibingkai.

Kelebihan dan Kekurangan Kain Kanvas

Kelebihan Kain Kanvas

Kelebihan dari kain kanvas terletak pada bahan yang kuat dan juga tidak mudah rusak. Selain itu, kain kanvas juga merupakan kain dengan harga yang ekonomis.

Maka dari itu, aksesoris hadiah dari acara seminar atau undian, misalnya, biasanya menggunakan bahan kain kanvas blacu atau PE, selain bahan jersey.

Sementara itu, kekurangan bahan kanvas adalah kain ini terlalu kaku dan kurang fleksibel. Jadi, penggunaannya pun terbatas hanya untuk aksesori, baju kasual, tas, serta tenda terpal, dan tak bisa digunakan untuk membuat outfit seperti jilbab atau rok pesta.

Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai bahan kanvas. Secara umum, bahan ini layak diperhitungkan sebagai salah satu penunjang bisnis Anda. Tertarik untuk mencoba?

Leave a Reply