bahan polycotton

Bahan Polycotton: 5 Hal Penting untuk Anda Pahami!

Ingin mengenal berbagai jenis kain atau ingin melakukan usaha di bidang industri garmen? Bahan polycotton adalah salah satu yang mesti Anda pahami. Polycotton merupakan bahan yang sangat menarik dan banyak dipakai oleh para produsen kain atau baju.

Nah, mengapa bahan ini begitu laris dan mudah ditemukan di mana-mana? Apa yang istimewa dari bahan ini? Agar tidak bingung, berikut penjelasan mengenai polycotton, mulai dari asal-usul, kelebihan dan kekurangan, hingga perawatannya.

Apa Itu Polycotton?

Kain Polycotton

Polycotton merupakan bahan yang dibuat dari polyester dan juga cotton alias katun. Maka dari itu, bahan yang satu ini punya tekstur yang fleksibel, rapat, tetapi juga dingin. Itulah alasan mengapa bahan ini dipakai sebagai bahan utama pembuat baju.

Karena polycotton merupakan campuran dari bahan alami dan juga bahan buatan, kain ini pun harganya cukup terjangkau. Baju dan aksesori lain yang dibuat dari kain polycotton bisa dijual dengan harga yang cukup murah dan membawa keuntungan besar.

Mengapa kedua bahan yang berbeda ini harus dicampur? Perlu diakui bahwa bahan alami – kendati berkualitas dan juga lembut – tetapi juga lebih mudah sobek. Nah, polyester yang notabene adalah campuran dari plastik dan alkohol menyeimbangkan hal ini.

Selain itu, karena keduanya dicampur, polycotton pun menjadi kain yang lebih mudah diolah dan dimodifikasi sedemikian rupa, contohnya dengan teknik sablon kaos.

Kegunaan dari Polycotton

Kain Polycotton Untuk Jilbab

Ada beragam kegunaan dari kain polycotton. Yang paling terkenal tentu adalah polycotton untuk pembuatan kaos kasual. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, baju dengan bahan dasar polycotton mudah untuk dimodifikasi.

Kain polycotton mudah untuk disablon. Desain yang tercetak pun akan sangat jelas terlihat. Jadi, itulah sebabnya banyak perusahaan kaos yang menggunakan polycotton sebagai bahan utama mereka.

Selain baju, polycotton juga dapat digunakan sebagai bahan untuk jilbab. Sifat polycotton yang cukup dingin, tidak akan membuat Anda menjadi kegerahan. Lagipula, warna yang tercetak di atasnya terlihat jelas, sehingga akan membuat jilbab menjadi lebih menarik.

Kelebihan Polycotton

Kelebihan Kain Polycotton

Sebagai kain yang cukup tenar, polycotton memiliki beberapa kelebihan. Berikut adalah beberapa kelebihannya.

  • Mudah dicuci. Polycotton merupakan bahan yang amat mudah dicuci. Anda hanya perlu merendamnya dalam larutan air dan detergen atau memasukkannya di mesin cuci agar noda-noda menjadi hilang tak berbekas.
  • Murah. Mengingat bahan polycotton adalah bahan campuran, sudah pasti harga polycotton akan lebih murah daripada bahan katun seratus persen atau malah bahan sutra.
  • Tidak mudah sobek. Tidak seperti tule yang tipis, polycotton masih cukup tebal dan tidak mudah sobek. Ini membuatnya ideal dipakai sebagai kaos atau dalaman tanpa perlu tambahan kain furing.
  • Mudah dicari. Di setiap toko kain, baik yang kecil maupun yang besar, amat mudah menemukan polycotton. Maklum, bahan ini tidak memerlukan proses produksi yang lama dan berbelit-belit.
  • Dingin. Polyester murni memang cenderung panas. Namun, bahan katun yang dicampur bersamanya, membuat polycotton terasa lebih dingin dan ideal dikenakan dalam berbagai macam suasana.
  • Tidak mudah kusut. Mengapa polycotton juga ideal digunakan sebagai jilbab? Usut punya usut, polycotton tidak mudah kusut. Maka dari itu, Anda tidak perlu repot-repot menyetrika baju berbahan ini setiap hari.

Kekurangan Polycotton

bahan polycotton

Setiap bahan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga dengan polycotton. Kekurangan polycotton adalah pertama, kurang lembut. Maklum, separuh bahannya adalah bahan polyester. Jadi, tidak mungkin bahan ini selembut kain katun murni.

Kedua, kekuranglembutan tersebut juga membuat bahan ini menjadi tidak begitu jatuh. Ini tentu tak bisa menimbulkan kesan mewah layaknya bahan sutra.

Polycotton memang bukan bahan yang biasa digunakan untuk pakaian-pakaian mewah. Bahan ini sekadar untuk busana kasual yang nyaman dikenakan dalam keseharian.

Ketiga, bahan ini juga kadang agak kaku. Maka dari itu, untuk jilbab, bahan voal sebetulnya lebih disukai dan lebih ideal. Apalagi, voal juga tidak mudah tertekuk.

Terakhir, karena masih memiliki unsur plastik, maka bahan yang satu ini cukup mudah terbakar. Hindarkan kain polycotton dari benda yang mampu menyulut api.

Perawatan Polycotton

Perawatan Bahan Polycotton

Bagaimana cara merawat bahan polycotton? Tenang saja, bahan ini tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Anda bisa mencuci kain polycotton dengan cara apa saja, baik menggunakan tangan maupun mesin cuci. Polycotton tidak akan rusak karena mesin cuci.

Menyetrika polycotton pun bisa menggunakan setrika dengan panas sedang. Ini akan membuat polycotton menjadi tidak kusut dalam waktu yang cepat.

Penjemuran polycotton juga tidak membutuhkan waktu yang lama. Air cepat menguap berkat bahan plastik yang menjadi salah satu bahan pembuat kain campuran ini.

Selain itu, karena bahan ini tidak mudah kusut, maka Anda bisa menyimpannya dengan cara yang wajar. Lipat busana polycotton dengan rapi dan gabungkan dengan busana-busana lainnya.

Bila Anda menumpahkan noda di baju polycotton secara tak sengaja, jangan khawatir. Cobalah untuk menggosoknya dengan tangan atau mesin cuci.

Gunakan detergen yang mampu membersihkan noda. Noda pun akan hilang. Ini tentu lebih mudah ketimbang membersihkan bahan cordura.

Namun, harus diingat bahwa jangan sampai noda itu mengendap terlalu lama. Karena risikonya, noda akan sulit hilang karena sudah telanjur meresap ke dalam kapas.

Nah, sekarang Anda sudah tahu bukan serba-serbi bahan polycotton? Pada dasarnya bahan ini adalah bahan yang cukup nyaman dipakai dan banyak digunakan dalam pembuatan kaos. Tertarik untuk bisnis kain polycotton?

Leave a Reply