Perbedaan Marketing dan Selling (Plus Branding): Apa itu?

Mungkin kamu banyak bertanya tentang apa itu perbedaan marketing dan selling. Kamu nggak salah, karena di kartu nama kebanyakan perusahaan menyebutkan marketing dan sales menjadi satu divisi. Hal ini yang membuat tujuan dan strateginya menjadi tumpang tindih.

Biar pengetahuan kamu lebih lengkap, kita coba tambahin unsur branding yang juga sering buat orang bingung. Yuk, kita bahas.

Marketing

Perbedaan marketing dan selling

Banyak pakar mungkin sudah memberikan definisi tentang marketing.

Singkatnya, marketing adalah serangkaian aktivitas penyebaran informasi tentang produk/jasa kita kepada target market yang sudah ditentukan.

Dengan tujuan mereka mengetahui bahkan mau mengenal lebih jauh bisnis kita.

Prakteknya pun bisa bermacam, baik dengan media konvensional seperti banner, bill board, koran, majalah, mengadakan event tertentu dan lainnya.

Atau dengan mengoptimalkan strategi digital marketing seperti website, youtube, facebook, instagram dan lainnya. Berikut langkah konkrit dari aktivitas marketing.

1. Membuat target pasar menjadi konsumen dengan fokus pada produk

Tentu kamu harus menguasai luar dalam tentang produk yang kamu tawarkan.

  • Apa masalah konsumen?
  • Apa keinginan konsumen?
  • Siapa target marketnya?
  • Produkmu menawarkan solusi apa?
  • Bagiamana dengan fitur dan benefitnya?

Setelah semua teridentifikasi dengan baik, selanjutnya kita perlu berpikir platform apa yang cocok untuk menyebarkan informasi. Apakah media konvensional atau media online?

Sampaikan terus pesan mengenai keunggulan produk kita sampai ada orang yang bersedia mencoba.

2. Fokus memperbanyak konsumen

Di titik ini kita memperluas jangkauan aktivitas marketing kita. Katakanlah sukses di facebook, mungkin kita perlu merambah instagram, youtube, tiktok atau media konvensional sekalipun.

Ketika bisnis kita mulai banyak diketahui orang, memanfaatkan jalur distribusi juga sangat mungkin kita coba.

  • Online (website, marketplace, sosial media, whatsapp) > konsumen
  • Offline (membuka gerai) > konsumen
  • Produsen > reseller/dropshipper/affiliate > konsumen
  • Produsen > distributor > reseller > konsumen

Kurang lebih seperti itu contoh jalur distribusi yang umum digunkan para pelaku bisnis.

3. Fokus memperkaya sudut pandang fitur produk

Dalam proses memperluas pasar, tentu banyak kendala yang dihadapi. Salah satunya adalah metode komunikasi, mengingat untuk Indonesia sangat luas dari segi wilayah pun juga ras dan budaya.

Bisa jadi strategi di Jawa tidak akan sukses ketika kita bawa ke Sumatra, untuk itu perlu untuk selalu riset gaya komunikasi dan platform apa yang cocok kita gunakan.

Sebagai contoh, produk mie instan Indomie antara Jawa dengan Sumatra berbeda komposisi bumbunya. Ini menandakan kita perlu fleksibel dalam strategi marketing.

4. Fokus membuat/memperbanyak komunitas

Kita semua tahu kalau manusia sangat suka berkumpul dengan profil yang identik.

Dalam dunia marketing, puncak keksuksesan adalah ketika sesama pengguna produk kita mau membuat komunitas.

Atau malah kita yang menginisiasi terbentuknya komunitas itu sendiri.

Dengan terbentuknya komunitas, proses marketing kita udah di tahap berjalan mandiri, semua yang bergabung akan beli lagi dan lagi setiap kita launching produk baru.

Selling

Perbedaan marketing dan selling

Dengan penyebaran informasi yang dilakukan marketing, diharapkan banyak orang sudah mengetahui produk/jasa kita.

Barulah selling berperan penting.

Singkatnya, selling adalah serangkaian aktivas yang dilakukan untuk mempercepat terjadinya transaksi penjualan.

Mungkin kamu sering melihat orang yang door to door menawarkan barang ke toko dan customer service yang mengontak lewat telepon atau mengirim pesan melalui whatsapp, aktivitas inilah salah satu prakteknya.

Berikut tahapan-tahapan dalam aktivitas selling.

1. Mempercepat proses dari prospek menjadi konsumen

Di tahap awal, kita perlu berpikir bagaimana caranya mendapatkan pembeli pertama dengan cepat. Karena bisnis akan mati tanpa adanya pemasukan.

  • Menyebar tim untuk door to door ke toko/rumah prospek
  • Gabung komunitas yang terkait
  • Membuat event untuk mengenalkan produk
  • Mengontak nomer telepon atau sosial media
  • Follow up terus prospek yang mulai tertarik

Tentu semua cara ini perlu dilakukan dengan elegan supaya prospek tidak risih dengan aktivitas sales kita.

2. Fokus meningkatkan pelayanan customer service dan membership/loyalty progam

Dengan begitu banyak kompetitor yang siap merebut konsumen, kita nggak boleh lengah.

Pelayanan “purna beli” juga perlu kita siapkan.

Kalau perlu ada progam khusus yang kita berikan supaya mereka mau beli produk kita untuk yang kedua dan seterusnya.

3. Fokus membangun customer relationship management

Mungkin kamu sering mendengar istilah nasabah prioritas di sebuah bank. Mereka adalah nasabah bank yang menitipkan uangnya dengan jumlah yang banyak. Nggak heran jika perlakuannya berbeda nasabah lainnya.

Mengikat dan membuat nyaman pelanggan loyal itu sangat penting. Ya, itung-itung sebagai rasa terima kasih kita kepada mereka karena sudah setia.

Bentuknya pun bisa bermacam-macam tergantung bagaimana kreativitas kita..

4. Fokus membangun manajemen komunitas

Ketika bagian marketing sibuk menambah jumlah anggota komunitas. Maka sales-lah yang membuat aturan main dan progam-progam dalam komunitas tersebut.

Diharapkan dengan ini semua berjalan dengan lancar dan membuat anggota merasa nyaman. Yang tentunya secara langsung memiliki dampak positif buat bisnis kita.

Branding

Perbedaan marketing dan selling

Branding adalah serangkaian aktivas dalam mengarahkan persepsi customer yang “sudah” membeli produk kita, sesuai karakter yang kita susun. Cara membuat brand sendiri pun juga unik. Intinya, konsumen menjadi “siapa” setelah menggunakan produk kita.

Contoh:

  • BMW > mobilnya bos muda yang suka nyetir
  • Mercy > mobilnya bos yang nggak ada waktu buat nyetir
  • Apple > gadgetnya orang keren yang suka ngulik teknologi
  • Starbucks > tempat ngopinya orang keren

Di bawah ini adalah proses dari semua tahapan branding.

1. Membuat prospek merasakan pengalaman melalui tester atau pengalaman virtual

Kita semua tahu kalau dealer memberikan layanan test drive untuk produknya dan toko kue yang menyajikan tester gratis kepada pengunjungnya.

Atau iklan di tv/sosial media yang menggunakan sosok tertentu yang menggambarkan produknya.

Semua hal ini disusun secara rapi agar memberikan pengalaman tertentu di benak konsumen mengenai produk kita. Sehingga bagi yang belum membeli, ada keinginan untuk membeli dan bagi pengguna semakin jatuh cinta.

2. Fokus merubah konsumen menjadi pelanggan

Konsumen adalah pembeli pertama produk kita. Sedangkan pelanggan adalah pembeli kedua dan seterusnya yang loyal sama produk kita.

Yang perlu kamu tahu, branding sangat identik dengan pembentukan sebuah karakter.

  • Visual (logo, typografi, warna, packaging, bangunan)
  • Komunikasi (konten, iklan, cs, company profile, annual report, website)
  • Perilaku (value, essense)

Dengan konsistensinya kita melakukan aktivitas branding, diharapkan pelan-pelan para konsumen merasa nyaman sehingga mereka naik level menjadi pelanggan.

3. Fokus loyalitas pelanggan

Seperti halnya lari marathon, proses branding ini efeknya akan jangka panjang. Perlu waktu dan lagi-lagi konsistensi dalam menjalankan aktivitas.

Khususnya kita perlu membuat stategi kepada pelanggan yang sudah loyal. Karena merekalah jantung dari bisnis kita.

4. Pelanggan loyal mempromosikan bisnis kita

Inilah yang diharapkan dari semua pemilik bisnis. Puncak dari branding yang tepat adalah pelanggan dengan suka rela menjadi tenaga marketing kita.

Sehingga tak heran banyak dari brand bisa bertahan sampai ratusan tahun dari generasi ke generasi.

Biar kamu mudah dalam mengingat apa itu perbedaan marketing dan selling (plus branding), di bawah ini ada tabel untuk memetakannya.

MarketingStep 1. Membuat target pasar/prospek menjadi konsumen dengan fokus pada produk.

Step 2. Fokus memperbanyak pelanggan.

Step 3. Fokus memperkaya sudut pandang fitur produk.

Step 4. Fokus membuat/memperbanyak komunitas.



Selling
Step 1. Mempercepat proses dari prospek menjadi konsumen.

Step 2. Fokus meningkatkan pelayanan customer service dan membership/loyalty progam.

Step 3. Fokus membangun customer relationship management.

Step 4. Fokus membangun manajemen komunitas.



Branding
Step 1. Membuat prospek merasakan pengalaman melalui tester atau pengalaman virtual.

Step 2. Fokus pada pembeli menjadi pelanggan (pembeli loyal).

Step 2. Fokus pada pembeli menjadi pelanggan (pembeli loyal).

Step 4. Pelanggan loyal mempromosikan bisnis kita.



Meskipun perbedaan marketing dan selling plus branding sangat jelas, ketiganya erat kaitannya satu sama lain yang tidak mungkin dipisahkan. Bagi kamu yang kurang jelas, silahkan komentar di bawah ya. Semoga Bermanfaat!

Default image
Pamungkas Adipura

Alumni YEA (Young Entrepreneur Academy) Indonesia. Penikmat kopi dan pembelajar yang tak kunjung pintar.

Articles: 182

Leave a Reply