Marketing Mix: 7 Elemen Strategi yang Tak Lekang Oleh Waktu!

Secara bahasa, marketing mix berarti bauran pemasaran. Definisinya adalah variabel-variabel pemasaran yang disusun oleh perusahaan dengan tujuan meningkatkan penjualan dari produk ataupun jasa.

Ide bauran pemasaran dibawa ke tengah publik oleh Neil Borden untuk pertama kalinya di pertengahan abad ke-20. Gagasan James Cullington-lah yang menginspirasinya kala itu.

Namun, apa itu bauran pemasaran? Adakah pengaruhnya terhadap bisnis yang sedang dikelola?

Marketing Mix 4P

Marketing mix 4p

Pada mulanya, bauran pemasaran memiliki empat komponen penting sehingga dikenal dengan sebutan konsep marketing mix 4P. Keempat elemen tersebut, yaitu product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi).

Produk

Marketing mix - produk

Barang, jasa, atau apa pun yang diberi nilai jual oleh sebuah perusahaan dinamakan produk. Saat mulai membangun bisnis, elemen marketing mix ini pastilah yang pertama dikembangkan.

Meski demikian, tidak semua hal bisa menjadi produk usaha komersial, karena kamu harus menjual sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat dan menjadi solusi atas problem yang mereka hadapi.

Contohnya, konsumen muslimah mencari solusi atas mukena yang tidak panas, aman menutupi bagian belakang, dan didesain dengan menarik untuk menambah semangat ibadah.

Kamu dapat mengatasinya dengan memproduksi alat sholat dari bahan yang sejuk dan lembut, cukup panjang sehingga nyaman dipakai, serta memiliki warna dan corak yang diminati konsumen kekinian.

Secara umum, kamu dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini untuk membuat produk yang sesuai dengan permintaan pasar dan menjawab permasalahan konsumen.

  • Apa masalah yang tengah dihadapi masyarakat?
  • Solusi apa yang dapat kamu tawarkan?
  • Siapa spesifik target pasar produk/jasa kamu?
  • Fitur dan benefit apa saja yang wajib ada pada produk kamu supaya sesuai dengan kebutuhan masyarakat?
  • Bagaimana cara kerja produk kamu?
  • Apakah merek produk kamu terdengar cukup menarik di telinga masyarakat?
  • Mengapa masyarakat harus memilih produk kamu daripada milik kompetitor?

Harga

Marketing mix - harga

Nilai jual yang dikenakan pada target konsumen untuk memiliki produk kamu dinamakan harga. Umumnya, terdapat tiga pilihan strategi untuk menentukan besarannya.

Ketiga strategi tersebut, yaitu berdasarkan biaya pengadaannya, harga dari pesaing, atau nilai kebermanfaatan barang yang akan dirasakan oleh konsumen. Yang paling umum adalah menetapkan harga produk berdasarkan biaya produksi atau pengadaannya ditambah margin yang ingin didapat.

Misalnya, produk yang kamu jual adalah barang jadi yang diproduksi di luar negeri. Maka, nilai jual yang dikenakan adalah akumulasi dari harga kulakan barang, biaya impor, ongkos bea cukai, dan lain-lain, ditambah dengan besarnya profit yang ingin kamu dapatkan.

Namun, tanpa memedulikan strategi mana pun yang kamu pilih, pertanyaan-pertanyaan berikut bisa membantu dalam menentukan harga produk.

  • Apakah kamu mendapat keuntungan bisnis dari harga produk tersebut?
  • Bagaimana harga yang ditetapkan oleh kompetitor?
  • Apakah segmen konsumen kamu sensitif terhadap nilai jual produk?
  • Apakah kamu harus memberikan diskon?

Tempat

Marketing mix - tempat

Elemen marketing mix ini merujuk pada lokasi di mana masyarakat bisa membeli produk kamu.

Jika mengacu pada kondisi saat ini, elemen tempat tak lagi terbatas pada kantor, toko, gudang, atau pabrik. Tetapi juga merambah tempat-tempat virtual, semacam marketpalce, website, atau media sosial, sehingga kamu dapat menawarkan produk dari rumah.

Promosi

Marketing mix - promosi

Ketika produk, harga, dan tempat sudah ditetapkan, kamu sudah dapat menawarkan produk pada pelanggan dengan menggunakan sebuah strategi promosi.

Komponen marketing mix ini mengacu pada metode yang digunakan dalam mengenalkan produk sehingga segmen konsumen dapat mengaksesnya dan transaksi terjadi.

Kamu dapat memanfaatkan media-media promosi fisik dan digital secara bersamaan untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Misalnya, selain mencetak katalog dalam bentuk buku, kamu juga bisa mengemas katalog dalam format PDF.

Opsi lainnya adalah memasang iklan pada papan reklame dan digital marketing, seperti Facebook ads, Google ads, dan semacamnya.

Secara umum, kamu bisa menentukan jenis promosi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan konsumen dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut.

  • Platform atau saluran apa yang sering sekali diakses pelanggan saat berselancar di dunia maya?
  • Bagaimana dengan metode promosi yang digunakan oleh kompetitor?
  • Kapankah saat yang efektif untuk mempromosikan produk?

Marketing Mix 7P

Marketing mix 7p

Sejalan dengan berkembangnya strategi pemasaran, konsep marketing mix 4P pun ikut berkembang dengan penambahan tiga elemen lain, yaitu process (proses), people (sumber daya manusia), dan physical evidence (bukti fisik). Akhirnya, terbentuklah bauran pemasaran 7P.

Jika dapat mengimplementasikan ketujuh komponen tersebut dengan baik, bisnis dan perusahaan kamu akan mendapatkan manfaat, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Analisis SWOT menjadi lebih akurat.
  • Keunggulan perusahaan akan makin kuat dan kelemahan bisnis akan dapat diminimalisasi.
  • Perusahaan mudah melakukan adaptasi dengan pasar karena mampu bersaing.
  • Perusahaan dapat memperluas kemitraan dengan lebih mudah dan menguntungkan.

Proses

Bauran Pemasaran - proses

Yang dimaksud dengan proses dalam marketing mix adalah cara kamu mengirimkan produk bisnis kepada konsumen. Bentuknya bisa berupa mekanisme, alur, atau prosedur yang harus dilakukan pelanggan agar dapat mengakses barang atau jasa kamu.

Terlebih dahulu, kamu harus merancang proses yang baik agar tidak menambah biaya dan mempermudah pelanggan.

Di dalam materi bisnis model canvas, proses dinamakan channel atau saluran distribusi. Mengingat luasnya geografis Indonesia, ada beberapa jenis saluran distribusi yang bisa kamu manfaatkan. Berikut diantaranya.

  • Konvensional: produsen > distributor > agen > konsumen
  • Reseller: produsen > reseller/dropshipper/affiliate >konsumen
  • Online: produsen > website/sosial media/marketplace/whatsapp > kurir > konsumen
  • Offline: produsen > toko/lapak > konsumen

Sumber Daya Manusia

Bauran pemasaran- sdm

Poin ini meliputi seluruh individu yang terlibat dalam pemasaran. Cakupannya cukup luas, mulai dari customer service yang berada di balik meja hingga staf pengemasan dan pengiriman barang yang bekerja di gudang dan lapangan.

Sumber daya manusia (SDM) yang berada di belakang bisnis kamu ini haruslah menguasai tiga hal, yakni kesanggupan memberikan servis bermutu pada pelanggan, gairah bekerja yang sungguh-sungguh, dan mau menerima masukan atau umpan balik.

Untuk memiliki SDM dengan kualitas tersebut, perusahaan tidak boleh menyepelekan proses rekrutmen dan harus menyelenggarakannya dengan baik. Perekrutan yang tidak bagus dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan, setidaknya dalam tiga aspek berikut.

  • Finansial – Biaya yang sudah dikeluarkan untuk rekrutmen akan terbuang sia-sia jika perusahaan tidak berhasil menemukan orang dengan kompetensi yang dibutuhkan.
  • Produktivitas perusahaan – SDM yang tidak tepat tentu saja akan menghambat sisi produktif perusahaan. Bisa jadi hal tersebut dikarenakan kompetensi yang tidak sesuai atau perilaku kerja yang buruk.
  • Reputasi bisnis – Kesalahan merekrut juga berdampak pada pamor bisnis kamu, terutama jika SDM tersebut berhadapan langsung dengan pelanggan.

Bukti Fisik

Bauran pemasaran - bukti fisik

Semua hal yang dapat dirasakan secara langsung oleh konsumen saat melakukan interaksi disebut dengan bukti fisik. Yang termasuk di dalamnya adalah kuitansi pengiriman, tanda terima, kemasan produk, logo usaha, situs bisnis, desain interior toko, brosur, suvenir, dan lain-lain.

Bahkan, bukti fisik juga merujuk pada akses pelanggan untuk menghubungi customer service, bagaimana staf kamu berpakaian, atau cara pekerja memberikan pelayanan. Elemen ini benar-benar berfokus pada detail, dan sedetail itu pulalah kamu harus memperhatikannya.

Perhatian penuh pada bukti fisik ini dapat membuat konsumen makin cenderung pada produk usaha kamu sebelum akhirnya memutuskan untuk menggunakannya. Angka penjualan pun akan makin meningkat.

Contoh Marketing Mix 7p pada Kedai Kopi

Dengan meningkatnya industri kedai kopi di Indonesia menjadikan bisnis ini menarik untuk dijadikan studi kasus. Berikut contoh marketing mix 7p dalam sebuah tabel.

Marketing MixAnalisis
ProductBerbagai varian kopi yang dikemas dengan sebuah cerita kekinian

Pengalaman customer dengan desain arsitektur zen living

Tersedia ruang psikolog untuk mendengar keluhan kaum milenial
PriceMenyasar segment market middle class dimulai harga 30ribu/cup
PlaceDi tengah kota Solo yang mempunyai trafik lalu lintas yang bagus

Tersedia tempat parki yang memadai

Website dan sosial media disusun secara serius untuk menarget kaum milenial
PromotionKolaborasi dengan influencer lokal di semua platform sosial media

Kolaborasi dengan food vlogger/blogger baik lokal atau nasional

Iklan disemua platform sosial media dengan radius satu kota
ProcessChannel distribusi menjaring customer dari online ke offline

Kolaborasi dengan ojek online untuk memudahkan pesanan take away
PeopleMerekrut bagian marketing, operational, finance dan human resouse yang berpengalaman
Physical EvidenceMenggunakan arsitektur zen living sehingga menjadikan customer merasakan pengalaman yang berbeda

Packaging dibuat menarik dengan kombinasi copywriting yang menyentuh target market

Product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence adalah tujuh elemen dalam konsep marketing mix 7P yang saling berkesinambungan.

Mengimplementasikan ketujuh komponen ini dalam bisnis sama dengan berjalan selangkah lebih dekat menuju strategi pemasaran yang sempurna.

Default image
Pamungkas Adipura

Alumni YEA (Young Entrepreneur Academy) Indonesia. Penikmat kopi dan pembelajar yang tak kunjung pintar.

Articles: 182

Leave a Reply